WARGA WASPADA, Banjarmasin Kini Musim Ular Kawin

WARGA WASPADA, Banjarmasin Kini Musim Ular Kawin

SuarIndonesia – Sebulan belakangan, Petugas Animal Rescue, dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin telah mengevakuasi puluhan ekor ular.

Koordinator Lapangan (Korlap) Animal Rescue Kota Banjarmasin, Andy Putera mengatakan, dalam bulan ini saja pihaknya sudah mengevakuasi sebanyak 23 ekor reptil melata tersebut, baik yang ditemukan di pemukiman warga, lingkungan perkantoran bahkan di hotel.

 

 

Benar saja, baru saja pihaknya mengevakuasi ular jenis sanca kembang atau python di lingkungan Kantor Kelurahan Pemurus Dalam.

Bahkan malam sebelumnya, petugas animal rescue berhasil mengamankan ular kobra atau Naja Sumatrana di halaman salah satu hotel di Jalan Brigjen Hasan Basri, Kecamatan Banjarmasin Utara.

 

 

Menurutnya, selain karena habitatnya mulai tergerus, saat ini sudah memasuki musim kawin untuk ular. Karenanya banyak ular bermunculan.

“Biasanya paling banyak ditemukan di daerah Banjarmasin Utara dan Barat. Karena memang di wilayah itu masih banyak hutan yang jadi tempatnya berkembang biak,” ucapnya saat ditemui awak media di markas BPBD Kota Banjarmasin, Senin (14/06/2021) siang.

Ia menceritakan, ular python atau sanca yang ditemukan di Kantor Kelurahan Pemurus Dalam ditangkap saat berada bawah tumpukan batako.

“Dari pengamatan kami, lubang yang jadi tempat ular sanca ini bersembunyi merupakan rongga tanah yang terjadi akibat gerusan air banjir. Kemudian kami melakukan penyisiran di sekitar kantor untuk memastikan tidak ada ular yang bersarang di sana,” paparnya.

Ular sanca dengan panjang 3,5 meter dan berat sekitar 5 kg itu kini sudah berada di markas BPBD Kota Banjarmasin untuk menjalani karantina sebelum dilepasliarkan.

“Kemungkinan ular sanca ini mau mencari tempat untuk bertelur. Soalnya waktu di tangkap dia (ular sanca) dalam kondisi agresif,” ujarnya.

Perlakuan serupa juga diterapkan pada ular kobra yang dievakuasi dari halaman hotel. Reptil berbisa yang suka mengembangkan lehernya itu diletakkan di dalam kontainer plastik khusus sebelum dilepas liarkan ke habitat aslinya.

Pria dengan sapaan Andy itu membeberkan, terhitung mulai April 2021 kemarin, sudah lebih 50 ekor ular hasil evaluasi yang di rilis ke alam bebas.

Saat ini tersisa 7 ekor ular yang ada di markas BPBD Kota Banjarmasin, 4 ekor kobra dan 3 ekor sanca yang masing-masing berukuran besar dan dinilai membahayakan keselamatan jika masuk ke permukiman warga.

Karena itu, pihaknya berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalimantan Selatan untuk penentuan lokasi pelepasan.

“Biasanya di kawasan Kabupaten Banjar. Karena di wilayah sana masih banyak hutan yang menjadi habitat alami reptil melata ini,” ungkapnya.

Di samping itu, pihaknya juga mengimbau setiap warga agar selalu waspada dan menjaga kebersihan lingkungan. Pasalnya hewan melata berdarah dingin itu suka dengan tempat-tempat yang lembab.

“Kalau menemukan ular atau hewan berbahaya lainnya agar bisa melaporkannya ke kami. Jangan dibunuh, biar kami evakuasi dan kami pindahkan ke habitat alaminya,” pungkasnya. (SU)

 342 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: