Wakapolda Kalsel Bersama Jema’ah Shalat Ghaib dan Merasa Kehilangan Sosok Awaloedin Djamin

- Penulis

Jumat, 1 Februari 2019 - 15:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakapolda Kalsel, Brigjen Polisi Aneka Pristafuddin (kanan).

Wakapolda Kalsel, Brigjen Polisi Aneka Pristafuddin (kanan).

Suarindonesia – Sosok Kapolri periode 1978-1982, Jenderal Awaloedin Djamin, yang tutup usia pada Kamis (31/1/) pukul 14.45 WIB di usia 91 tahun di Rumah Sakit Medistra, Jakarta,  selalu dikenang dan banyak yang merasa kehilangan .

“Banyak jasa beliau dalam mengembangkan kemajuan institusi Polri serta pengharagan didapat dari negara.

Kita tentu merasa kehilangan sosok yang dikagumi,’’ kata Wakapolda Kalsel, Brigjen Polisi Aneka Pristafuddin, Jum’at (1/2).

Dari semua, selain merasa kehilangan juga jajaran Kepolisian, khususnya Polda Kalsel, usai shalat Jum’at, dilanjutkan bersama jemaah Masjid Al-Muhtadhin di lingkungan Mapolda melakukan shalat Ghaib, doakan almarhun.

“Meski di usia sepuh hingga akhir hayatnya, beliau masih memberikan sumbangsih dan pemikiran bagi kemajuan Polri. Semua tentu kita merasa kehilangan,’’ ucap Brigjen Polisi Aneka Pristafuddin.

 

Diketahui, semasa hidupnya, Jendral Awaloedin Djamin, pria kelahiran Padang, Sumatera Barat pada 26 September 1927 ini pernah mengenyam pendidikan di University of Southern California, AS pada 1962.

Kemudian, dia menjabat sebagai lektor luar biasa di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 1964.

Setelah itu, karier Awaloedin beralih ke pembantu presiden menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja Kabinet Ampera (1966) dan Deputi Pangkat Urusan Khusus (1968) ketika Kapolri Hoegeng Iman Santoso masih bertugas. Dua tahun kemudian Awaloedin menjadi Direktur Lembaga Administrasi Negara (LAN). Setelah itu, ia menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Jerman Barat pada tahun 1976.

Dua tahun menetap di Jerman, akhirnya ia dipanggil pulang ke Jakarta untuk dilantik menjadi Kapolri pada 26 September 1978 oleh Presiden Soeharto.

Dalam masa tugasnya sebagai Kapolri, Awaloedin juga memimpin organisasi Polri yang diarahkannya pada kelembagaan yang dinamis dan profesional.

Baca Juga :   KALIMANTAN Butuh Perluasan Transportasi untuk Buka Konektivitas

Misalnya, pada tahun 1981, terdapat pengesahan KUHAP atau Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 sebagai hasil karya bangsa Indonesia yang disahkan oleh DPR-RI. Adapun KUHAP ini berperan sangat penting, yakni sebagai pengganti Het Herziene Iniandsh Regiement (HIR) atau hukum acara pidana produk kolonial Belanda yang dianggap koservatif dan tidak manusiawi.

Jabatan Kapolri ini ia jabat hanya empat tahun. Diketahui, Awaloedin pensiun dari Kapolri pada 3 Desember 1982.

Dia diganti oleh Anton Soedjarwo. Kemudian, ia meneruskan hasratnya dalam bidang pendidikan yang kemudian mengabdikan dirinya sebagai Dekan PTIK pada 1987.

Awaloedin Djamin, Bapak Kepolisian Modern ini  semasa hidupnya, menerima sejumlah penghargaan sebagai tanda jasanya, seperti Bintang Dharma, Bintang Bhayangkara, dan Bintang Mahaputra Adipradana.

Kemudian, penghargaan lain yang juga diterima Awaloedin, yakni Satya Lencana Perang Kemerdekaan (I dan II), Satya Lencana Karya Bhakti, Satya Lencana Yana Utama, Satya Lencana Panca Warsa, Satya Lancana Peringkat Perjuangan Kemerdekaan RI, dan Satya Lencana Penegak Veteran Pejuang Kemerdekaan RI.

Tak hanya penghargaan dalam negeri, Awaloedin juga pernah menerima Das Gross Rreuz dari jerman Barat dan The Philipine Legion of Honor dari Pemerintah Filipina. (ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari
AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung
RIBUAN JEMAAH Padati Kubah pada Peringatan Haul ke-80 Habib Basirih
KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan
KORBAN KARHUTLA: Ditolak MK! Gugatan 4 Warga Palangka Raya
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:43

DUKUNG Barito Putera, Bank Kalsel Bagikan 10 Tiket Nonton Gratis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:19

AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:30

TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:20

ALVIN TEDJO, Politikus Keturunan Indonesia Terpilih Jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:34

SELEKSI KONTINGEN Brisportartcular 2026 Digelar BRI Region 14 Banjarmasin, Tercatat 31 Peserta Berebut 8 Posisi Wakil Badminton

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Senin, 19 Oktober 2026 - 00:19

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!

Senin, 19 Oktober 2026 - 00:07

PEGADAIAN CHAMPIONSHIP 2026/2027: Barito Putera Bungkam De Red FC 2-0

Berita Terbaru

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat meninjau lokasi karhutla di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Minggu (1/11/2026). (Antara/M Imam Pramana)

Nasional

LEBIH DARI 100.000 Personel jadi Satgas Karhutla

Minggu, 1 Nov 2026 - 21:56

Petugas Kemenhut pasang plang di sejumlah wilayah lahan bekas karhutla. (HO-Kemenhut)

Kalteng

KAWASAN BEKAS KARHUTLA Kalteng Dipasang Plang

Minggu, 1 Nov 2026 - 21:32

Perampok menodongkan pistol dan menggasak 13 HP di Kobar tertangkap CCTV. (Foto: Istimewa)

Kalteng

TODONGKAN PISTOL! Perampok Sikat 13 HP

Minggu, 1 Nov 2026 - 21:10