SuarIndonesia – Viral adanya video berisi opini dari oknum mahasiswi ULM Banjarmasin, yang terkesan meragukan Pancasila
Dan ini tengah penyidikan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Kalsel.
Dari keterangan, itu dari seorang mahasiswi pengunggah video berisi opini ke media sosial.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ULM, H Muhammad Fauzi mengatakan, tak membantah, yang katanya, mahasiswi itu berinisial AAK merupakan mahasiswi semester lima di Prodi Statistika Fakultas MIPA.
“Mahasiswi angkatan 2019, berarti semester lima,” tambah Fauzi, ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (23/7/2021).
Fauzi mengaku terkejut AAK mengunggah video tersebut ke media sosialnya dan kini berisiko berbuntut persoalan hukum.
Karena kasus tersebut tengah disidik Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel).
Ia menilai, mahasiswi tersebut telah terpapar paham radikalisme diduga dari pengaruh media sosial.
“Kalau kami melihat sementara didiskusikan ini mungkin dari luar, kalau dipetakan itu dari medsos,” kata Fauzi.
Pasalnya kata Fauzi, jika diperhatikan kegiatan-kegiatan pertemuan mahasiswa di lingkungan kampus ULM sudah cukup lama tak banyak dilakukan di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini.
Kegiatan-kegiatan resmi mahasiswa lanjutnya juga tentu dimonitor oleh Kampus.
Ditanya lanagkah apa diambil ULM. Ia mengatakan melakukan pembinaan terhadap mahasiswi yang bersangkutan untuk menghilangkan paham-paham radikal dan mengembalikan paham kebangsaan dan NKRI.
“Di Kepolisian kan ranah hukum, di kita pembinaan apakah yang bersangkutan ini bisa dibina untuk memahami bahwa paham yang dianutnya itu keliru,” jelasnya.
Namun jika telah melalui pembinaan AAK tetap melakukan perbuatan serupa, bukan tidak mungkin yang bersangkutan diberikan peringatan bahkan pemberhentian sebagai mahasiswi ULM.
“Jadi ada tahapan-tahapan, tapi sementara ini kita berasumsi yang bersangkutan terpapar.
Mudah-mudahan dengan pembinaan bisa kembali paham-paham kebangsaan dan NKRI nya,” tutur Fauzi.
Informasinya, AAK mengunggah konten video tersebut kurang lebih sepekan lalu ke sejumlah media sosial termasuk Tiktok dan Instagram.
Dalam video tersebut, AAK mengungkapkan anggapannya bahwa Pancasila tidak efektif dalam mengatasi permasahalan yang dialami Indonesia saat ini termasuk terkait pandemi Covid-19.
“Kalau memang Pancasila itu unggul dan bisa jadi jawaban bagi problem bangsa-bangsa dia gak perlu dilindungi.
Justru sebaliknya, orang-orang pasti akan sukarela ikut Pancasila dan buktikan aja kalau Pancasila itu memang unggul,” kata AAK dalam video unggahannya.
“Minimal dalam mengatasi wabah corona lah. Faktanya imbas wabah yang gagal ditangani dengan pancasila itu, RI kini turun menjadi negara menengah ke bawah, setara dengan Timor Leste dan Samoa,” ucapnya dalam video tersebut. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















