SuarIndonesia – Kenaikan kasus Covid-19 di Kalsel disebut bisa saja karena varian baru Covid-19 omicron.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Dr. Diauddin, meskipun Hingga saat ini belum ditemukan Covid-19 varian baru di Kalsel.
Diakuinya kenaikan kasus saat ini dianggap biasa. Bisa karena faktor cuaca yang cukup berpengaruh terhadap siklus hidup virus.
“Untuk menentukan varian baru harus ambil sampel kirim ke pusat penelitian Kemenkes.
Sampai saat ini belum ada terkonfirmasi varian baru, sampel juga belum ada yang dikirim,” katanya.
Sampel tersebut akan dikirim ke Kemenkes apabila ditemukan kasus yang dicurigai.
Hingga saat ini belum ada kasus di Kalsel yang dicurigai varian baru. “Yang paling penting saat ini tidak ada peningkatan hunian di rumah sakit apalagi sampai penuh.
Tidak terlihat juga kasus dengan kondisi berat di rumah sakit,” bebernya.
Ditegaskan pria yang akrab disapa Dia, ini sudah saatnya move on dari covid.
Disebutkannya, covid sebagaimana virus lainnya tidak akan pernah habis karena sifat virus yang bisa berkembang.
Yang paling penting, tambahnya, adanya varian virus baru tidak membahayakan manusia.
“Kalau filek, batu itu biasa terjadi, karena faktor cuaca dan sebagainya,” ucapnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















