Usulan Jokowi Nafkahi Janda Timbulkan Pro Kontra

- Penulis

Sabtu, 5 Januari 2019 - 09:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: dok. KPS

Suarindonesia – Relawan pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin, Kopi Politik Syndicate (KPS), menyiapkan program gaji untuk petani dan nafkah buat janda. Nafkah untuk janda ini, menurut KPS, penting karena tugas perempuan mendidik anak-anak yang merupakan masa depan bangsa.

“Terutama janda yang tidak mampu, ini adalah bentuk penghargaan pada para ibu dan diatur di agama Islam, untuk memperhatikan janda, anak yatim dan kaum miskin,” kata Direktur Eksekutif KPS Indra Budiman kepada wartawan, Kamis (3/1/2019)

Usulan program tersebut, terutama poin menafkahi janda, justru menuai pro dan kontra. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan usulan program itu hanya akan jadi omong kosong belaka.

“Gagasan-gagasan kayak gini kan biasanya realisasinya kosong, banyak juga janji-janji kayak di 2014 itu kan janji-janji kosong. Mau beli Indosat, mau tidak akan menaikkan harga BBM, itu kan tidak proven ya,” kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (4/1).

Senada dengan Gerindra, PKS juga tak sepakat dengan usulan program menafkahi janda. PKS menyarankan Jokowi menuntaskan janji kampanye 2014 yang belum dipenuhi.

“Jokowi sebaiknya nggak usah buat janji macam-macam dulu, penuhi janji yang sudah ada aja dulu,” kata Direktur Pencapresan PKS Suhud Alynudin.

Suhud dan Fadli kemudian memaparkan program apa yang akan ditawarkan oleh capres cawapresnya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Keduanya kompak, pasangan nomor urut 02 dua akan mengedepankan sektor pertanian.

“Kalau Pak Prabowo yang jelas akan mengedepankan sektor pertanian sebagai prioritas. Karena ini persoalan kedaulatan pangan. Sekarang kan tidak. Bahkan data pertanian saja salah. Antara produksi dan konsumsi salah,” kata Fadli.

Sementara itu Suhud bilang pihaknya akan membatasi impor. Prabowo-Sandiaga bakal melakukan industrialisasi pertanian di pedesaan.

Baca Juga :   KPK: RUU Perampasan Aset Penting bagi Indonesia

“Sehingga tercipta pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang tersebar untuk mengurangi kemiskinan dan mengurangi kesenjangan antara kota-desa, pedalaman-pesisir, serta Jawa-luar Jawa,” imbuh Suhud.

Kubu Jokowi juga buka suara soal usulan program menafkahi janda. Partai Golkar dan PPP mengapresiasi usulan program relawan KPS itu. Kedua partai itu menyebut usulan itu akan dipertimbangkan.

“Sebagai sebuah aspirasi, saya kira patut untuk dipertimbangkan,” kata Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily.

Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Awiek) mengatakan tak menutup kemungkinan usulan itu akan jadi bagian dari program Jokowi-Ma’ruf pada 2019.

“Kami yakini semua ide ataupun program yang diusulkan pada prinsipnya bagus. Kalaupun dirasa bagus dan cocok, bisa untuk melengkapi. Nanti biarlah dikaji oleh Direktorat Program dan Kampanye,” tuturnya.

Meski demikian, Awiek menyebut Jokowi sudah punya program serupa terkait kesejahteraan petani dan penanggulangan kemiskinan.

“Yang serupa, seperti pemberdayaan petani, nelayan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak mampu. Meskipun tidak sama persis dan tidak eksplisit, namun spiritnya sama,” ujarnya Awiek.

Kemudian PDIP menjabarkan program nafkahi janda dan gaji petani serupa dan sudah tertuang dalam Nawacita. Terkait nafkah untuk janda ada di dalam Program Keluarga Harapan (PKH). PKH merupakan upaya percepatan penanggulangan kemiskinan pemerintah tanpa melalui bantuan tunai.

“Itu sudah ada di PKH, nontunai. Pak Jokowi akan konsisten mengikuti rekomendasi BPK, jangan berikan tunai,” ujar Sekretaris Badan Pelatihan dan Pendidikan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari. (detikcom/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

AKSI MASSA Tiga Hari Berturut-turut, DPRD Kalsel Janji Senin Mendatang Antar Tuntutan ke DPR RI
KASUS MBG: Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review Jadi Tersangka
KASUS MBG, KPK: Sementara tidak Dilanjutkan Penyelidikan
KPK: Terjadi Dugaan Pemerasan di Kanim pada Sejumlah Daerah
DATA SENSUS EKONOMI Bukan untuk Kepentingan Pajak
GERAKAN 7 KAIH Perkuat Pendidikan Karakter Murid SPNF
DIPERCEPAT Hilirisasi Perkebunan Rakyat 870 Ribu Hektare
SAKSI KADINKES HSU Diperas, Serahkan Uang 350 Juta Perkara Suap dan Gratifikasi Eks Kajari

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:10

KASUS MBG: Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review Jadi Tersangka

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:18

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:57

KPK: Terjadi Dugaan Pemerasan di Kanim pada Sejumlah Daerah

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:48

DATA SENSUS EKONOMI Bukan untuk Kepentingan Pajak

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:43

GERAKAN 7 KAIH Perkuat Pendidikan Karakter Murid SPNF

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:36

DIPERCEPAT Hilirisasi Perkebunan Rakyat 870 Ribu Hektare

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:02

SAKSI KADINKES HSU Diperas, Serahkan Uang 350 Juta Perkara Suap dan Gratifikasi Eks Kajari

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:36

KALSEL Masih jadi “Lahan Bisnis Haram” Jaringan Narkotika, Diungkap Polda 128 Kg Sabu

Berita Terbaru

Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso, saat menghadiri konferensi pers pengungkapan barang bukti narkoba yang digelar Polda Kalsel, Kamis (18/6/2026) (SuarIndonesia/Adv)

Advertorial

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian

Kamis, 18 Jun 2026 - 21:18

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca