USAI SOSIALISASI Pancasila, Firman Yusi dan Pemkab Tabalong Hijaukan BPP dengan 250 Pohon

- Penulis

Senin, 29 Juni 2026 - 22:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Anggota Komisi II sekaligus Sekretaris Fraksi PKS DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Firman Yusi, SP, bersama Bupati Tabalong, H. Noor Rifani, melakukan penanaman 250 bibit pohon di Kabupaten Tabalong.

Aksi penghijauan ini digelar di sela kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Ideologi Pancasila bersama Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) setempat.

Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Krida Pertanian dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini membidik sektor pertanian sebagai ruang strategis dalam mengimplementasikan nilai gotong royong dan kelestarian lingkungan.

Firman Yusi menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang berdampak langsung pada masyarakat, salah satunya melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

“Petani bukan hanya menjaga ketahanan pangan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian alam.

Karena itu, semangat Pancasila harus tercermin dalam cara kita mengelola sumber daya alam secara bijaksana,” ujar Firman. Senin (29/6/2026)

Sebanyak 250 bibit pohon yang ditanam merupakan bantuan dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan.

Seluruh bibit tersebut nantinya akan disebar dan ditanam di seluruh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) se-Kabupaten Tabalong.

Baca Juga :   PERTEMUAN Menteri P2MI dengan Gubernur Kalsel, Disampaikan Banyak Anak Muda Potensi Bersaing di Dunia Kerja Internasional

Bupati Tabalong, H. Noor Rifani, bersama jajaran pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan para petani terlibat langsung dalam aksi penanaman ini sebagai simbol komitmen bersama menjaga keseimbangan ekosistem.

Firman mengapresiasi sinergi lintas sektor antara KTNA, Pemkab Tabalong, dan Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel. Ia menekankan agar gerakan penanaman pohon ini tidak berhenti sebagai seremonial belaka, melainkan dilanjutkan dengan perawatan yang konsisten.

“Ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Dengan menjaga alam, kita juga sedang menjaga masa depan pertanian dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*/HM)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DICIDUK! Pria yang Diduga Terlibat Pembunuhan Aipda Yudhi
SEORANG KAKEK Ditemukan Gantung Diri di Mess PT Daya Sakti Banjarmasin
DESAK PLN Maksimalkan Bendungan Tapin dan Energi Surya
KERJA Tak Digaji, Malah Disiksa hingga Trauma
PENGGEREBEKAN NARKOBA, Satu Polisi Gugur dan Dua Lainnya Hilang
KRITIK HASIL RAPAT Komisi III DPRD Kalsel Kompensasi Bukan Solusi, Audit Dana dan Pertanggungjawaban Hukum PLN Harus Diutamakan
PADAM BERGILIR Sampai Akhir September, Begini Pernyataan GM PT PLN UID Kalselteng
ROSEHAN “Semprot” PLN, Desak Kepastian Akhir Pemadaman Bergilir

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:37

PEMERKOSA Anak Dibawah Umur Diduga Pecandu Narkoba

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:24

DICIDUK! Pria yang Diduga Terlibat Pembunuhan Aipda Yudhi

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:24

SEORANG KAKEK Ditemukan Gantung Diri di Mess PT Daya Sakti Banjarmasin

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:13

KERJA Tak Digaji, Malah Disiksa hingga Trauma

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:54

PENGGEREBEKAN NARKOBA, Satu Polisi Gugur dan Dua Lainnya Hilang

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:09

KRITIK HASIL RAPAT Komisi III DPRD Kalsel Kompensasi Bukan Solusi, Audit Dana dan Pertanggungjawaban Hukum PLN Harus Diutamakan

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:54

PADAM BERGILIR Sampai Akhir September, Begini Pernyataan GM PT PLN UID Kalselteng

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:35

ROSEHAN “Semprot” PLN, Desak Kepastian Akhir Pemadaman Bergilir

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi - Di Paris, ibu kota Prancis, para wisatawan yang berkunjung ke kota tersebut berusaha melindungi diri dari sinar matahari dengan menggunakan payung akibat gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa (25/6/2026). (Foto: REUTERS/Abdul Saboor)

Internasional

GELOMBANG PANAS Eropa: Hampir 9.000 Orang Tewas

Jumat, 3 Jul 2026 - 23:02

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca