Trump Kirim Bos CIA ke Turki Selidiki Pembunuhan Khashoggi

- Penulis

Selasa, 23 Oktober 2018 - 11:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengirim Direktur CIA Gina Haspel ke Turki untuk membantu penyelidikan pembunuhan wartawan The Washington Post, Jamal Khashoggi. Walau telah diketahui terbunuh, namun masih banyak misteri menyelimuti kasus ini.

Haspel berangkat ke Turki pada Senin (22/10), seperti yang disampaikan dua sumber pemerintahan AS yang dikutip Reuters. Haspel diperintahkan berangkat setelah Trump mengaku belum puas atas penjelasan Saudi soal kematian Khashoggi.

Saudi akhir pekan lalu akhirnya mengakui Khashoggi tewas di dalam Konsulat mereka di Istanbul dalam sebuah perkelahian. Peristiwa itu terjadi pada 2 Oktober, dan penjelasan Saudi baru disampaikan pada 19 Oktober.

Sementara berbagai sumber penyidik kepada media mengaku telah menerima rekaman suara di dalam Konsulat. Dari rekaman tersebut diketahui, jurnalis pengkritik Saudi itu dibius dan dimutilasi tubuhnya menjadi beberapa bagian sebelum akhirnya disembunyikan.

Hingga saat ini Saudi tidak bisa menjelaskan di mana tubuh Khashoggi berada. Sebanyak 18 orang yang diduga terlibat dalam kasus ini telah ditangkap, lima pejabat tinggi di Saudi dipecat.

Baca Juga :   CHINA OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara, Sukses Pertahankan Gelar!

Penjelasan dari Saudi menuai banyak pertanyaan dari berbagai negara. Para pejabat dari Barat mengatakan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman menjadi otak pembunuhan ini.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pekan ini akan menjelaskan hasil penyelidikan mereka. Turki sampai sekarang tidak membagikan rekaman suara pembunuhan yang mereka miliki kepada siapa pun. (BY/Reuters)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang
JEPANG Kerahkan Kapal dan Helikopter Bantu Tangani Karhutla di Indonesia
BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang
MASSA AKSI Mulai Membubarkan Diri dari Depan Gedung DPR/MPR RI
RUU Perampasan Aset Masih Tunggu Masukan Bermakna Masyarakat
FINALISASI Perpres Ojol 18 Agustus
PRESIDEN Prabowo: Teruskan Program MBG dengan Perbaikan dan Efisiensi

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 21:58

KARHUTLA Kalteng: Ada 25 Tersangka, 4 Perusahaan Diselidiki

Selasa, 8 September 2026 - 21:53

OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya

Selasa, 8 September 2026 - 20:40

KEMENHUT Tangkap BG Pemodal Illegal Logging

Selasa, 8 September 2026 - 20:34

MANFAATKAN Inovasi Cairan Surfaktan Tangani Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 22:59

HUJAN Guyur Sejumlah Wilayah di Kotim

Senin, 7 September 2026 - 22:54

OMC Kalteng Terkendala Langit Minim Awan

Senin, 7 September 2026 - 21:45

SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng

Senin, 7 September 2026 - 13:13

DPRD Kalsel dan Kalteng Perkuat Wawasan Ekonomi dan Keuangan

Berita Terbaru

Hujan lebat terjadi di sepanjang Jalan Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (8/9/2026) petang.(Foto: Kompas.com)

Kalteng

OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:53

Hujan di Kalsel. (Foto: Istimewa)

Balangan

HUJAN Guyur Sejumlah Daerah di Kalsel

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:38

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca