TINGKATKAN Literasi Digital Lewat Aplikasi Huma Betang

- Penulis

Jumat, 20 Februari 2026 - 20:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Kabid Layanan, TI dan Kerjasama Perpustakaan Dispursip Kalteng, Febrianto Budiman saat memperlihatkan data pengunjung di Dispursip Kalteng di Kota Palangka Raya, Jumat (20/2/2026). (Antara Foto/Ronny NT)

Plt Kabid Layanan, TI dan Kerjasama Perpustakaan Dispursip Kalteng, Febrianto Budiman saat memperlihatkan data pengunjung di Dispursip Kalteng di Kota Palangka Raya, Jumat (20/2/2026). (Antara Foto/Ronny NT)

SuarIndonesia — Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispursip) Kalimantan Tengah (Kalteng) berupaya meningkatkan literasi digital melalui aplikasi Huma Betang, platform perpustakaan digital yang memungkinkan masyarakat mengakses ribuan buku elektronik kapan saja dan di mana saja.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Layanan, Teknologi Informasi, dan Kerjasama Perpustakaan Dispursip Kalteng Febrianto Budiman di Palangka Raya, Jumat (20/2/2026), menjelaskan aplikasi ini dapat diunduh secara gratis melalui Google Play Store untuk perangkat Android maupun App Store untuk iOS.

“Sejak 2012, Dispursip Kalteng telah mengimplementasikan sistem perpustakaan digital dengan nama iKalteng. Pada awal 2026, sistem tersebut berevolusi dan berganti nama menjadi Huma Betang, sejalan dengan semangat kebersamaan dan keterbukaan khas filosofi masyarakat Dayak,” kata Febrianto, dikutip dari AntaraNews.

Aplikasi Huma Betang dirancang bebas iklan, sehingga memberikan pengalaman membaca yang nyaman dan fokus. Saat ini, platform tersebut menyediakan sekitar 2.800 judul buku digital yang terbagi dalam 113 klasifikasi beragam, mulai dari pendidikan, budaya, hingga pengetahuan umum.

Data Dispursip mencatat pada 2025 jumlah pengguna aplikasi mencapai 1.500 orang, dengan tren peningkatan setiap tahun meski belum signifikan.

Sepanjang tahun yang sama, tercatat 600 kali peminjaman buku digital dilakukan melalui aplikasi. Fitur peminjaman dirancang sederhana, mudah dan praktis untuk digunakan.

Pengguna cukup memilih buku di dalam aplikasi untuk meminjamnya, dan buku tersebut akan secara otomatis dikembalikan setelah masa pinjam tiga hari berakhir. Jika buku masih tersedia, pengguna dapat langsung meminjam ulang tanpa hambatan.

Baca Juga :   MENTERI Imipas: Usulkan 3 Lokasi Mega Prison, Salah Satunya di Kalteng

Meskipun fitur-fitur sudah cukup lengkap dan memberikan kepuasan bagi penggunanya, masih banyak masyarakat belum mengetahui keberadaan perpustakaan digital ini.

Selain itu, kebiasaan masyarakat masih lebih condong ke buku cetak karena faktor habituasi.

Febrianto berharap, semakin banyak pemengaruh, pejabat, atau tokoh masyarakat yang turut memperkenalkan dan mempromosikan Huma Betang. Apalagi orang Indonesia dikenal dengan sifat FOMO (Fear of Missing Out), sehingga sosialisasi melalui figur berpengaruh bisa sangat efektif.

Seorang mahasiswa Angkatan 2022 Program Studi Agribisnis Universitas Palangka Raya Lia Dwi Anggraini mengaku sering mengunjungi perpustakaan daerah untuk mengerjakan tugas kuliah dan skripsi, namun sebelumnya tidak pernah mengetahui adanya layanan digital tersebut.

“Jujur, saya tidak tahu kalau ada sistem perpustakaan digital aplikasi Huma Betang milik Dispursip Kalteng ini, dan saya berharap aplikasi ini bisa terus digaungkan, karena sangat mudah, praktis dan tidak perlu ribet kalau ingin mencari buku literasi apa saja untuk referensi belajar,” katanya.

Dispursip Kalteng berkomitmen terus menggencarkan promosi aplikasi ini melalui berbagai kanal, termasuk media massa, elektronik, dan media sosial resmi dinas.

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca digital, sekaligus mendukung pencapaian target indeks gemar membaca di tingkat nasional bagi Kalteng. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DIGAGALKAN Pelarian Pecatan Polisi
DUA IKON Daerah di Kalteng Ditetapkan jadi Kawasan Berbasis KI
LAHAN JADI TAMBANG, Warga Adat Barut Ajukan Banding ke PTUN-MA
PECATAN Polisi Bawa Kabur Mobil
3 PROVINSI di Kalimantan Rawan Karhutla
MOMENTUM BERSEJARAH Kesepakatan Hibah Pembangunan Rindam XXII/TB, Begini Penyataan Mayjen TNI Zainul Arifin
SUNGAI KAPUAS MURUNG: Pria Diduga Tenggelam Ditemukan Mengapung
GUBERNUR AGUSTIAR: DAD Agar Proaktif dan Deteksi Dini Cegah Konflik

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 23:16

KASUS Eks Bupati Kukar Berlanjut, Pejabat Kemenkeu Dipanggil KPK Jadi Saksi

Senin, 25 Mei 2026 - 23:09

DUA GADIS Asal Medan Diamankan, Diduga akan Dijual ke China

Senin, 25 Mei 2026 - 23:02

KASUS K3: JPU Tuntut Eks Wamenaker Noel 5 Tahun Penjara

Senin, 25 Mei 2026 - 22:48

DUA IKON Daerah di Kalteng Ditetapkan jadi Kawasan Berbasis KI

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:50

LAHAN JADI TAMBANG, Warga Adat Barut Ajukan Banding ke PTUN-MA

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:42

PECATAN Polisi Bawa Kabur Mobil

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:33

3 PROVINSI di Kalimantan Rawan Karhutla

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:47

MOMENTUM BERSEJARAH Kesepakatan Hibah Pembangunan Rindam XXII/TB, Begini Penyataan Mayjen TNI Zainul Arifin

Berita Terbaru

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (tengah) dan Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB Tahun 2026 Eduart Wolok (kiri) dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/5/2026). (Foto: Antara/Sean Filo M)

Headline

SNBT 2026: 256.369 Peserta Lulus

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:28

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca