TIM SATGAS BAPANAS dan Polda Kalsel Temukan Permasalahan Beras di Pasaran , Bentuk Tim Khusus Pengendalian Harga

- Penulis

Jumat, 24 Oktober 2025 - 16:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Tim Satgas dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), Dit Reskrimsus Polda Kalsel, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, Dinas PMPTS dan Perum Bulog Provinsi Kalsel, turun pengecekan harga beras di pasar pasar di Provinsi ini.

Tim temukan permasalahan beras di pasaran, ada kemasan yang labelnya masih tidak sesuai.

Selain itu, masih ada penjual beras yang menjual beras Premium dan Medium dengan harga diatas HET (Harga Eceran Tertinggi). Serta ada distributor yang membeli beras sudah di atas HET.

Sehubungan tersebut, Jumat (24/10/2025),  Subdit 1 Indagsi Ditreskimsus Polda Kalsel melakukan rapat evaluasi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan dua hasil sebelumnya.

“Ya rapat evaluasi membahas hal di atas dengan rencana tindak lanjut yang  diambil,” kata Direktur Reskrimsus Polda Kalsel, Kombes Pol M. Gafur A  Siregar.

Ia sebut, selain terus melakukan giat pengecekan, juga melakukan edukasi terhadap para distributor beras di Provinsi Kalsel. Termasuk melakukan edukasi terhadap pelaku usaha beras yang kemasan aatu label tidak sesuai.

“Ada Satgas (Satuan Tugas), yang  khusus mengendalikan harga beras di pasaran. Ini dibentuk Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman, ” ujarnya didampingi  Kasubdit I Indagsi Dit Reskrimsus Polda Kalsel,  AKBP Zaenal Arifien, SH. M.AgSemua lanjutnya, hasil Rakorda (Rapat Koordinasi Daerah digelar di Banjarmasin pada Selasa (21/10/2025), yang dibuka Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan, Bapanas, Dr. Rachm Widiriani, SP. MSi.

Agar para pedagang bisa mentaati harga eceran tertinggi.”Hal penting perlu dilakukan adalah melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada seluruh pedagang grosir maupun dan eceran yang menjual beras medium dan premiun untuk mentaati HET yang telah ditetapkan pemerintah, serta bagaimana memberikan informasi yang baik terhadap aturan label kemasan,” sebut Dr. Rachm Widiriani, SP. MSi.

Baca Juga :   PELAKU Rudapaksa Anak di Bawah Umur Diciduk

Senada disapaikan Kepala Satgas Daerah, Kombes Pol M. Gafur A  Siregar, menginstruksikan kepada seluruh jajaran Satgas Pangan Daerah di Kalsel untuk melakukan pengawasan dan pengendalian harga beras di masing-masing wilayah kerja.

“Kami minta kepada seluruh teman Satgas Pangan Daerah yang ada di jajaran untuk melakukan pengawasan dan pengendalian harga beras,” katanya.

Bahkan pekan ini, katanya sudah menurunkan tim untuk melakukan pengecekan harga ke pasar-pasar.

Pihaknya juga akan melakukan evaluasi dari hasil pengecekan ke lapangan, Sejak Selasa (22/10/2025), Tim Satgas Pengendali Harga Beras sudah mulai melakukan pengawasan harga beras di wilayah Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, Tanah Laut, Banjarbaru, Banjar, dan Tapin.

Tim Satgas di Kalsel terbagi menjadi tiga tim yaitu tim satu yang menaungi wilayah Banjarbaru, Banjar, dan Tanah Laut.

Kemudian tim dua menaungi Tapin, Kandangan, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengan, Hulu Sungai Utara, Balangan dan Tabalong.

Serta tim tiga yang menaungi Tanah Bumbu dan Kotabaru.”Kami akan evaluasi hasil dari pengawasan di lapangan, tim terus bergerak ke daerah lainnya untuk melakukan pengawasan ke pasar dan distrubutor beras,” tegasnya.

Sisi lalain, Bapenas telah menerbitkan aturan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras yakni:
Zona 1 (Lampung, Sumatera Selatan, Jawa, Bali, NTB, dan Sulawesi) Beras Premium Rp14.900/kg, Beras Medium Rp13.500/kg, dan Beras SPHP Rp12.500/kg

Zona 2 (Sumatera (selain Lampung dan Sumatera Selatan), NTT dan Kalimantan
Beras Premium Rp15.400/kg, Beras Medium Rp14.000/kg, dan Beras SPHP Rp13.100/kg

Zona 3 (Maluku dan Papua) Beras Premium Rp15.800/kg, Beras Medium Rp15.500/kg, dan Beras SPHP Rp13.500/kg. (ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

EKS KEKASIH Terdakwa Pembunuh Mahasiswi ULM, Berucap : “Saya Sedih, Kecewa dan Benci”
DPRD KALSEL Ajukan 1.774 Usulan Pokir untuk RKPD 2027
KEPALA BNN Usulkan Vape Pelarangan dalam RUU Narkotika dan Psikotropika
RUPIAH MELEMAH Seiring Eskalasi Konflik AS vs Iran Menguat
SENPI-AMUNISI di Polresta Banjarmasin Diperiksa Propam Polda Kalsel
BELASAN TERSANGKA PENGEDAR Diamankan Polresta Banjarmasin dengan Sabu 2,2 Kg
DIBONGKAR JARINGAN NARKOTIKA Jalur Perairan Banjarmasin, Sita 2 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi
TERUNGKAP MOTIF Kasus Pembunuhan di Surgi Muft Banjarmasin, Begini Pengakuan Pelaku

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 00:22

EKS KEKASIH Terdakwa Pembunuh Mahasiswi ULM, Berucap : “Saya Sedih, Kecewa dan Benci”

Selasa, 7 April 2026 - 23:29

DPRD KALSEL Ajukan 1.774 Usulan Pokir untuk RKPD 2027

Selasa, 7 April 2026 - 22:04

KEPALA BNN Usulkan Vape Pelarangan dalam RUU Narkotika dan Psikotropika

Selasa, 7 April 2026 - 21:50

SENPI-AMUNISI di Polresta Banjarmasin Diperiksa Propam Polda Kalsel

Selasa, 7 April 2026 - 18:35

DIBONGKAR JARINGAN NARKOTIKA Jalur Perairan Banjarmasin, Sita 2 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Selasa, 7 April 2026 - 16:17

TERUNGKAP MOTIF Kasus Pembunuhan di Surgi Muft Banjarmasin, Begini Pengakuan Pelaku

Selasa, 7 April 2026 - 14:56

ENCEK PEMBUNUH BIDAN di Banjarmasin akan Hadapi Penjara Seumur Hidup

Selasa, 7 April 2026 - 14:38

ATM BNI di Depan Minimarket Yulia Kuripan Sempat Bikin Khawatir Nasabah

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca