SuarIndonesia – Nekad dan berani, ditunjukan pengedar narkoba di Banjaramsin, karena selama 2010 ini, sudah dua anggota yang terluka ditikam dan dibacok.
Sebelumnya, anggota Subdit 1 Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalsel Bripka Indra, menderita luka robek di pergelangan tangan dan harus dioperasi di RS Bhayangkara, Februari 2019 silam.
Dan terulang lagi dialami Kanit 1 Subdit 2 Direktorat Narkoba Polda Kalsel, Kompol Niko Irawan, yang dibacok diduga saat melakukan penangkapan, Rabu (16/10) sekitar pukul 16.30 WITA.
Akibat kejadian itu, harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis, karena menderita luka di bagian belakang sebelah kiri dan bagian tangan sebelah kanan.

Kemudian Kapolda Kalsel, Irjen Polisi Yazid Fanani ditanya soal anggotanya yang dibacok dan apakah harus ditembak di tempat pelaku yang melawan?.
Ia menjawab dengan bijaksana. Bagi dia, polisi sebagai upaya melakukan penegakan hukum.
“Jadi kalau sudah ditangkap ya sudah, kalau melakukan perlawanan ada mekanisme sesuai ketentuan hukum juga.
Mereka itu yang kita lawan perilakunya bukan orangnya,” ujarnya kepada wartawan, kemarin.
Disebut, semua orang bisa berubah menjadi lebih baik.
“Bisa jadi sekarang buruk, besok baik. Tidak ada orang baik yang tidak punya masa lalu, dan tidak ada orang buruk yang tidak punya masa depan,” jelasnya.
Bahkan ia berharap, selepas penegakan hukum orang-orang ini bisa berubah menjadi warga negara yang baik dan berkualitas.
Sementara itu, dari keterangan dihimpun, insiden pembacokan Kompol Niko bermula saat ia bersama anggota Subdit 2 melakukan penggeledahan terhadap Darmawan alias Mawan di kawasan Jalan Alalak Selatan Gang Keluarga RT. 006 RW.001 Kelurahan Alalak Selatan Kecamatan Banjarmasin Utara.
Usai menemukan tiga paket shabu, pelaku Mawan mau diamankan.
Namun tiba-tiba beberapa puluh orang mendatangi lokasi dan berkerumun diantara petugas.
Diantara kerumunan warga tersebut, pelaku Mawan ada yang menarik dan terlepas dari pengamanan petugas.
Diduga momen itu dimanfaatkannya untuk melarikan diri agar tak ditangkap.
Selanjutnya petugas di back up petugas lainnya datang ke lokasi dan melakukan pencarian terhadap pelaku Mawan yang diduga tak jauh dari lokasi kejadian.
Saat Kompol Niko yang juga ikut melakukan pencarian, ia curiga dengan sebuah rumah yang dijadikan tempat persembunyian pelaku di kawasan tersebut.
Ketika membuka pintu, tiba-tiba pelaku ke luar dan langsung menyerangnya dengan menggunakan senjata jenis parang hingga terkena bacok bagian belakang sebelah kiri dan bagian tangan sebelah kanan karena diduga sempat menangkis.
Kompol Niko dibawa ke rumah sakit dan dan anggota lainya melakukan pengejaran.
Akhirnya unit Dit Resnarkoba diback up tim Opsnal Jatanras Ditreskrimum Polda Kalsel pada sekitar pukul 22.00 WITA, berhasil meringkus pelaku Mawan di suatu pondokan daerah Kuin.
Direktur Resnarkoba Polda Kalsel Kombes Wisnu Widarto mengiyakan satu anggota Ditnarkoba Kompol Niko terluka dibacok pelaku.
Wisnu mengungkapkan saat ini kondisi Kompol Niko sudah mulai membaik dan lukanya sudah dijahit oleh tim medis (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















