SuarIndonesia – Peranan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel dalam memitigasi bencana terbilang efektif.
Sepanjang 2023, BPBD Kalsel telah terbentuk 36 Desa atau Kelurahan Tangguh Bencana di 13 Kabupaten Kota.
Desa Tangguh Bencana paling banyak terdapat di Tanbu sebanyak enam desa, disusul Tapin lima desa dan Tanah Laut empat desa.
Menurut Kepala BPBD Kalsel, R. Surya Fadliansyah, Jumat (29/12/2023), pihaknya juga melaksanakan pembinaan di 8 desa kelurahan di Kabupaten Banjar, Tapin, Batola, HST, Tabalong, Kota Banjarbaru, dan Kota Banjarmasin.
“Bukan hanya desanya yang kita bangun, tapi kita juga melatih 30 orang Fasilitator Desa yang nantinya bertugas di masing-masing untuk pendampingan pembentukan dan pengembangan Desa Tangguh Bencana itu. Jadi jika sewaktu ada bencana di desa itu mereka sudah siap otomatis,” kata Surya.
Program lainnya termasuk soal regulasi dan penetapan siaga yang dinilai cepat, bisa meminimalisir terjadinya korban bencana.
“Karena itu pula di 2023 ini, dari indeks ketahanan daerah pada tahun 2023 meningkat yaitu di angka 0,46 naik 0,04 dari 0,42 pada tahun 2022, ini tidak lain dukungan dari semua pihak yang sigap menghadapi bencana, ” jelas Surya.
Sepanjang tahu 2023, dari beberapa kejadian bencana di Kalsel paling banyak terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhuta). Jumlahnya mencapai 900 kali kejadian. Jika dibanding 2022 kejadian karhutla hanya 296 kali.
Bencana lainnya berdasar data terjadi kejadian Angin Puting Beliung selama 2022 sebanyak 176 dan 2023 menjadi 170 kejadian.
Sementara bencana Banjir, di 2022 terekam 124 kali, sedangkan Banjir di 2023 sementara, hingga desember ini masih 42 kejadian. Adapun Longsor pada 2022 terjadi sebanyak 11 dan di 2023 naik menjadi 18.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















