Naura Azzahra Rinaldy, salah satu murid kelas V di SDN 2 Guntung Paikat Banjarbaru ketika mengikuti vaksinasi Covid-19
SuarIndonesia – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) sudah melaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6 tahun hingga 11 tahun, dengan target 400 ribu sasaran.

Rutin juga dilakukan di Kota Banjarbaru dan daerah lainnya. Perdana Vaksin dilakukan di SDN 1 Guntung Paikat, dilanjut SDN 2 Guntung Paikat dan kemudian setiap harinya vaksinasi anak terus dilaksanakan hingga target 29 ribu.
Tujuannya agar anak-anak bisa mendapatkan keamanan saat melaksanakan PTM (Pembelajaran Tatap Muka).
Kepala Dinkes Banjarbaru, Rizana Mirza mengatakan, pihaknya mendapat dukungan penuh dari Forkopimda, TNI dan Polri.
“Insyaallah, sebelum akhir Januari sudah terlaksana vaksinasi untuk adik-adik kita di Banjarbaru ini,” ungkapnya.
Selain it, vaksinasi aman dan telah mendapatkan rekomendasi BPOM.”Bagi yang muslim dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah menyatakan bahwa vaksin ini halal.
Setidaknya, saat ini vaksinasi merupakan cara terbaik melawan Covid-19.
Selain menaati protokol kesehatan, pemberian vaksin adalah bentuk ikhtiar,” ucapnya.
Sementara, Wakil Walikota Banjarbaru Wartono mengatakan, vaksinasi anak ini juga dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19 pada usia anak.
“Dengan pelaksanaan vaksinasi dari usia 6 tahun ini diharapkan dapat menekan angka kasus baru di Kota Banjarbaru.
Mudah-mudahan hingga akhir bulan Januari ini bisa mencapai 90 persen untuk vaksinasi anak,” harapnya.
Saat ini, capaian vaksin di Kota Banjarbaru sendiri telah melampaui 80 persen dan untuk vaksinasi lansia sudah melebihi target yakni 60 persen.
Ia berharap pelaksanaan vaksinasi anak bisa berjalan lancar dan mencapai 90 persen dalam tiga minggu ke depan.
“Target Kalsel untuk vaksinasi anak 400 ribuan sasasaran,” tambah Kepala Dinkes Kalsel, HM. Muslim.
Muslim menyebut untuk Banjarmasin belum bisa melaksanakan vaksinasi anak secara masif untuk anak karena masih mengejar capaian vaksinasi lansia.
Syarat vaksinasi anak harus memenuhi minimal 60 persen vaksinasi lansia. “Progres vaksinasj anak bagus saja tergantung ketersediaan vaksin.
Kita masih menunggu kedatangan vaksin jenis sinovac, sehingga vaksinasi belum bisa jor-joran. Jenis vaksin untuk anak sementara direkomendasi khusus sinovac,” ujarnya.
Ketersediaan vaksin di Kalsel saat ini berjumlah 500 dosis, namun terdiri dari jenis Pfizer, Astrazeneca, dan sinovac. Pfizer dan Astrazeneca digunakan untuk vaksin booster dan vaksinasi dosis kedua yang sejenis.
HM Muslim sebut, sampai dengan pukul 19.00 WITA, Rabu (12/1/2022), jumlah dosis vaksin yang disuntikkan 4,556.
Capaian tertinggi diperoleh Kabupaten Barito Kuala, 4,338 dosis disusul Banjarbaru, 2,937 dosis.
Berikutnya Tanah Bumbu 1,758 dosis, Tapin 1,512 dosis, Banjar 1,463 dosis, Tabalong 921 dosis, Kotabaru 906 dosis, Balangan 843 dosis, Hulu Sungai Selatan 742 dosis.
Hulu Sungai Tengah 110 dosis, dan Hulu Sungai Utara 96 dosis. Capaian paling rendah di Banjarmasin dan Tanah Laut yang sama-sama menyuntikkan 51 dosis. (RW/ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















