SuarIndonesia – Sesuai perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) musim kemarau terjadi pada Juli.
Begitupun tidak seluruhnya kemarau, karena sebagian daerah di Kalsel masih terjadi hujan.
Saat kemarau muncul bahaya kebaran selalu melanda kawasan gambut utamanya di sekitaran bandara yaitu Guntung Damar dan Hutan Lindung, Liang Anggang.
Kawasan Guntung Damar sudah tidak menyerap air lagi sehingga sangat besar potensi terjadinya kebakaran.
Langkah antisipasi akan dilakukan Pemprov Kalsel dengan skenario seperti tahu kemarin yaitu merendam kawasan dengan air.
Alokasi dana sebesar Rp3 miliar sudah disiapkan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk membuat saluran air.
“Kita upayakan merendam 2.000 hentare di Guntung Damar dan Hutan Lindung. Mulai minggu depan kita simulasikan perendaman untuk mengetahui sifatnya air sampai sejauh mana mampu merendah,’’ kata Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq, Jumat (5/62020).
Untuk perendaman tersebut saluran irigasi riam kanan (IRK) tepatnya di dekat Pondok Pesantren Darul Hijrah, Cindai Alus, dipotong dan dibuat saluran lain. Dari saluran IRK menuju Sungai Kemuning dan dibuat bendungan.
Air akan naik dari ketinggian bendungan dan didistribusikan kembali kepada saluran lainnya agar bisa merendam Guntung Damar dan Hutan Lindung.
“Eksen kita mendahului musim kemarau. Proses perendaman kita laksanakan sejak musim hujan,’’ ucapnya.
Lebih jauh Hanif menjelaskan akan diselesaikan pemasangan pipanisasi permanen dari Bendungan Karang Intan.
Pipanisasi tersebut akan menggunakan grativitasi sehingga tidak perlu mesin untuk mengalirkan air.
Diakuinya pemasangan pipanisasi tersebut membutuhkan biaya yang lebih besar, namun bisa digunakan untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang permanen.
“Kita harus punya solusi permanen untuk menangani karhutla di daerah etalase Kalsel.
Dar ipada tiap tahun kita mikirin it uterus mending kita gunakan cara permanen.
Minggu depan kita rapat pembagian personel terus langsung kerja. Prediksi akhir Juni sudah gelar pasukan, gelar armada, ujicoba peralatan, dan seturunya sehingga bisa ditangani lebih sempurna.
Termasuk water boombing yang kita minta ke BNPB digunakan untuk memadamkan kebakaran di lahan di gunung-gunung.
Kita bertekat tahun ini etalase Kalsel tidak boleh ada api. Jika ada api kerja kita masih kurang, tidak boleh ada api di seputaran bandara,’’ tegas Hanif.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















