SWAB Massal di Banjarmasin Distop Sementara akibat Sampel Uji Menumpuk

- Penulis

Kamis, 11 Juni 2020 - 20:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Hasil sampel spesimen uji swab CoVID-19 atau virus corona yang dikirim Pemko Banjarmasin menumpuk di Laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Banjarbaru.

Hingga saat ini sedikitnya ada sekitar 500 yang masih menunggu antrian untuk diperiksa melalui metode polymerase chain reaction (PCR) di laboratorium tersebut, guna memastikan positif atau negatif hasil sampel uji swab.

Melihat masih banyaknya penumpukan, Pemko Banjarmasin akhirnya memutuskan untuk menghentikan sementara uji swab massal yang jadwalnya berakhir pada Sabtu (12/06/2020).

Penghentian ini dilakukan guna menghindari menumpuk yang terus terjadi. Selain itu, rentang waktu tunggu yang terlalu lama juga jadi salah satu pertimbangannya. Sebab jika terlalu lama dikhawatirkan bisa mempengaruhi validasi hasil.

“Sementara ya ditahan dulu. Menurut Kadinkes sampel ini ada batas waktunya. Kalau diambil sekarang, kemudian dua minggu belum diolah nanti tak valid lagi,” ucap Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, Kamis (11/06/2020).

Ibnu membeberkan, dari informasi yang diperoleh bahwa hingga saat ini ada sekitar 2.800 sampel uji laboratorium BTKL-PP di Banjarbaru yang masih belum diperiksa. Termasuk milik Pemko Banjarmasin.

Laboratorium BTKL-PP rupanya tak hanya melayani untuk kebutuhan tiga belas Kabupaten Kota di Kalimantan Selatan, akan tetapi juga dari Kalimantan Tengah. Hal inilah yang menjadi penyebab banyaknya antrian.

“Karena yang dilayani Kalsel termasuk Kalteng. Infonya sampai 2.800 sampel belum terperiksa,” ungkap Ibnu yang juga menjabat sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan CoVID-19 Banjarmasin.

Ibnu mengakui bahwa kapasitas alat pemeriksa di BTKL-PP hanya mampu melayani 100 – 130 uji sampel per hari. Sedang jumlah sampel uji yang masuk terus bertambah setiap harinya.

Dengan demikian, maka waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan antrian bisa memakan waktu 15 – 20 hari.

Baca Juga :   BELASAN TARUNA Akpol dan AAL Turun ke Tiga Sekolah Rakyat di Kalsel, Tanamkan Disiplin dan Bela Negara

“Saya kira juga dengan keterbatasan kuota pemeriksaan seratus sampai seratus tiga puluh per hari itu mungkin lima belas sampai dua puluh hari baru selesai, sementara kita perlu kecepatan,” jelasnya.

Kalsel sebenarnya juga sudah mendapatkan bantuan dua unit alat PCR dari Pemerintah Pusat. Akan tetapi hingga saat ini masih belum bisa difungsikan lantaran masih belum siap.

Ibnu berharap alat tersebut bisa segera bisa bekerja untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang saat ini terjadi. “Makanya ini yang kami sampaikan ke pak menteri kalau ini lambat kita kesulitan melakukan diagnosis,” ucapnya.

Meski begitu, jika seandainya dua alat PCR tersebut sudah difungsikan akan tetapi masih belum bisa membantu, maka terpaksa pemko pun harus membeli sendiri alat tersebut.

“Kalau untuk Banjarmasin minimal satu unit dengan kapasitas seratus lima puluh atau sembilan puluh lima spesimen. Kalau ada sekitar 500 sampel paling lima hari selesai,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Machli Riyadi menimpali bahwa rencana penghentian swab Massal tak akan berpengaruh terhadap upaya penelusuran kasus.

“Tidak. Ngapain menghambat. Karena treking itu rapid test. Seperti yang datang ke puskesmas atau ada orang memiliki riwayat kontak juga dirapid,” pungkasnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

LANAL Banjarmasin Kegiatan “Trauma Healing” pada Penumpang KM Virgo Transport 8 yang Selamat
PEDULI LINGKUNGAN, Sungai Pemurus jadi Sasaran Aksi Bersih
KARHUTLA di Kalteng 12 Perkara Libatkan Korporasi, 38 Jadi Tersangka
OPERASI Pencarian Korban KM Virgo Dilanjutkan Tujuh Hari Berikutnya, 71 yang Belum Ditemukan
KABUT ASAP di Kalteng, Evakuasi Korban KM Virgo Terpaksa Jalur Darat
PULUHAN PENYELAM Menghadapi Kondisi Ekstrem Menemukan -Mengevakuasi Korban KM Virgo Transport 8
KEMBALI TERIDENFITIKASI Lima Jenazah Korban KM Virgo Transport 8, Pencarian Masih Berlangsung
KEMBALI DISERAHKAN Korem 101/Antasari Ribuan Unit APD ke Personel TNI dan Relawan Perkuat Penanganan Karhutla

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 15:44

LANAL Banjarmasin Kegiatan “Trauma Healing” pada Penumpang KM Virgo Transport 8 yang Selamat

Minggu, 27 September 2026 - 15:33

PEDULI LINGKUNGAN, Sungai Pemurus jadi Sasaran Aksi Bersih

Minggu, 27 September 2026 - 00:19

KARHUTLA di Kalteng 12 Perkara Libatkan Korporasi, 38 Jadi Tersangka

Minggu, 27 September 2026 - 00:03

OPERASI Pencarian Korban KM Virgo Dilanjutkan Tujuh Hari Berikutnya, 71 yang Belum Ditemukan

Sabtu, 26 September 2026 - 22:07

KABUT ASAP di Kalteng, Evakuasi Korban KM Virgo Terpaksa Jalur Darat

Sabtu, 26 September 2026 - 18:13

KEMBALI TERIDENFITIKASI Lima Jenazah Korban KM Virgo Transport 8, Pencarian Masih Berlangsung

Sabtu, 26 September 2026 - 17:58

KEMBALI DISERAHKAN Korem 101/Antasari Ribuan Unit APD ke Personel TNI dan Relawan Perkuat Penanganan Karhutla

Jumat, 25 September 2026 - 22:41

BASARNAS: Kondisi Jasad Korban KM Virgo Transport 8 Secara Anatomis Masih Utuh

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca