SUSUR Temukan Banyak Sampah Plastik di Sungai Martapura

SUSUR Temukan Banyak Sampah Plastik di Sungai Martapura

Suarindonesia – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel bersama DLH Banjarmasin dan Banjar, Korem 101/Antasari, Kodim 1006 Martapura, dan Kodim 1006 Banjarmasin menggelar susur Sungai Martapura, Rabu (8/9/2021).

Susur sungai menggunakan transfortasi kelotok (perahu mesin,red),  dimulai dari Siring Bekantan Banjarmasin dan berakhir di Jembatan Pesayangan dekat Ponpes Darussalam Martapura.

Susur sungai tersebut dalam rangka persiapan kikc off Sungai Martapura Bungas yang direncanakan tanggal 18 September mendatang.

Program Sungai Martapura Bungas yang digagas DLH Kalsel bertujuan menata kembali alur sungai. Penataan meliputi kebersihan sungai, rumah dan kawasan bantaran sungai, jamban apung dan sejenisnya yang harus dipolse dan dierindah, serta dibersihkan.

Ironis memang sebagaimana diakui Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Hanifah Dwi Nirwan, ketika susur sungai, sangat banyak sampah plastik hampir di sepanjang alur sungai yang dilalui.

Hanifah cukup geram menyaksikan hal tersebut.”Kita sudah lakukan susur sungai, dan sama sama masih kita lihat banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan dan benahi bersama, mulai dari kebersihan sungai.

Rumah bantaran sungai, jamban apung dan sejenisnya yang harus dipolse dan dierindah, dan dibersihkan,” katanya.

Dari susur sungai tersebut juga terdapat hal menggembirakan. Susunan kawasan rumah di Sungai Bilu Banjarmasin yang diberi nama Kampung Biru mampu menyejukkan mata.

Susunan rumah yang tidak berada di atas sungai menjadi pemandangan yang indah.

Sementara itu, Kasiter Korem 101/Antasari, Letkol Kav Dicky Atmunantho Mulkam, mengatakan dirinya yang baru menjabat tidak lebih dari tiga bulan di Banjarmasin dengan adanya program Martapura bungas ia merasa tertantang.

“Tadi saya sudah ikut susur sungai.  Saya lihat, untuk memperbagus dan membersihkan sungai Martapura dan Bantaran sungai ya sangat kompleks.

Banyak yang harus kita lakukan dan harus kita benahi. Saya pernah punya pengalan di sungai Citarum, Jawa Barat.

Saya lihat Ada kesamaan dan perbedaan perlakuan. Tapi ya saya yakin jika diterapkan potensi yang ada bisa dilakukan dan Bantaran sungai akan rapi, ” kata dia

Setelah dia amati, bahkan Kasiter sendiri kaget setelah melihat ada Kampung Biru, Kelurahan Sungaibilu Banjarmasin Timur.

“Kalau andai kata semua dibuat semisal kampung biru kan enak juga dipandang.

Maksud saya, ajak juga pelaku usaha tambang dan perkebunan untuk ditantang buat kampung kuning, kampung apa selanjutnya.

Larikan CSR nya ke arah pengembangan tata dan kearifan sungai yang ada sehingga Bantaran sungai tertata dengan baik, ” kata dia.

Seletah ikut susur sungai, muncul saran, agar musala atau masjid yang ada di Bantaran Sungai Martapura dibuka akses untuk wisatawan berkunjung dan bisa dibuka Serambi wisata seputar kawasan tersebut.

“Selain bisa melakukan ibadah bisa juga melihat kreatifitas dan kearifan lokal yang ada di sekitar masjid,” sebutnya.(RW)

 82 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: