Suarindonesia – Kedepannya wajib dimiliki setiap FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) dan startegi Biddokkes Polda Kalsel untuk menghadapinya itu, diawali dengan Rakernis (rapat kerja teknis) .
Dimana rekernis fungsi Dokkes Polda Kalsel dirangkaikan workshop odontologi akreditasi FKTP ini, berlangsung di salah satu hotel di Banjarmasin, Rabu (3/7).
Peserta rakernis terdiri dari Urkes – urkes ke wilayahan, personel Biddokkes, dari Rumah Sakit Bhayangkra, dokter umum dan gigi, kontrak Klinik dan PHL Polres-polres dan Polresta dengan peserta sekitar 75 orang.

Pada kegiatan itu di hari pertama dibuka Kapolda Kalsel, Irjen Polisi Yazid Fanani diwakili, Kombes Pol dr H.Erwinn ZH,MARS, MH. Kes.
}Giat Biddokkes ini sebagai bentuk manifestasi “soft weapon” pelayanan Promoter Polri, dan diharapkan bisa teap saran yang diharapkan,” ujar kapolda.
Pada sesi pertama itu, banyak pertanyaan dan saran-saran yang disampaikan para peserta rakernis, sebagai masukan untuk strategi menghadapi akreditasi FKTP.
Saat itu sebagai nara sumber dr Iwan Aflanie , Mkes, Sp.f,SH (Wakil Dekan Bid Akademik Universitas Lambung Mangkurat), Tutus Novita Dewi, S.si,Apt,M.kes,AAK, selaku Kepala BPJS Cabang Banjarmasin.
Kemudian, M Zulhan Pane SE, Kepala Cabang PT Jasa Raharja Kalsel. Yang angkat materi monitoring dan evaluasi kemitraan dengan Biddokkes Polda Kalsel dan upaya yang dilakukan.
Sedangkan paparan Kabiddokkes, terkait kondisi dan hasil serta evaluasi bidang Dokpol dan Kespol Biddokkes serta penyampaian hasil rakernis Pusdokkes termasuk prestasi Biddokkes Polda Kalsel.
Untuk paparan dari pihak Kepala RS Bhayangkara AKBP dr Bambang P,Sp.S, kondisi dan rencana pengembangan pelayanan RS Bhayangkara TK III serta kegiatan yang sedang dilaksanakan.
Dari keterangan, pada hari kedua, Kamis (4/7), dilanjut sosialisasi dan workshop, pendalaman persiapan pelaksanaan akreditasi FKTP di Jajaran Polda Kalsel. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















