SuarIndonesia – Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kalsel, yang juga Wakil Gubernur Kalsel, H. Muhidin, bertanya rahasia ajudan ketika diwawancara terkait strategi penurunan stunting.
Ketika sedang wawancara dengan sejumlah wartawan, ia bertanya kepada ajudan bernama Radam apa rahasia badan besar dan tinggi. “Ini Radam badannya tinggi dan besar rahasinya apa,” tanya Muhidin, yang dijawab minum morinaga.
Bukan tanpa alasan Muhidin bertanya rahasia ajudan. Ia menggali apa rahasia agar tidak menjadi bayi stunting.
“Berbicara soal stunting saya sering nanya kepada orang yang badannya tinggi dan besar.
Contohnya ajudan pernah saya tanya minum apa selain susu. Katanya setelah setengah tahun atau setahun minum morinaga.
Berarti kan itu terbukti, banyak org yang badan besar ditanya pasti minum morinaga atau pediasure,” ujarnya, Selasa (23/8/2022).
Dari percontohan tersebut, menurut Muhidin dapat disimpulkan bahwa agar tidak stunting maka diperlukan asupan gizi tambahan selain susu.
Program sebelumnya seperti pemberian vitamin maun vaksin bagi calon mempelai sudah biasa, perlu program lainnya agar stunting bisa diturunkan.
Program yang dimaksud Muhidin adalah pemberian asupan gizi tambahan, seperti morinaga atau pediasure.
Diakuinya untuk menjalankan program tersebut memerlukan pendanaan.
Muhidin mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk membuat regulasi tentang penggunaan CSR perusahaan untuk program stunting.
Hal itu sudah ia sampaikan baik saat bertemu dengan Wapres, Ma’ruf Amin maupun perwakilan pemerintah pusat lainnya.
“Presiden atau wakil presiden maupun dari kementerian bisa memberikan imhauan kepada pengusaha agar menyisihkan CSR membantu stunting di daerah masing-masing.
Hal itu sudah dua kali saya sampaikan kepada pemerintah pusat,” kata Muhidin.
Disebutkannya, selama ini sebagian program CSR sudah membantu penanganan stunting kepada pemerintah kabupaten kota setempat. Hanya daerah yang terdapat perusahaan yang merasakan manfaatnya, sedangkan daerah lainnya tidak merasakan.
“Makanya kami mendorong satu pintu melalui pemerintah provinsi. Nanti pemerintah provinsi yang membagikan secara merata ke daerah-daerah,” bebernya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















