SEMAKIN Kompleks, Maka Kompetisi yang Dibutuhkan Wartawan Harus Semakin Tajam

- Penulis

Jumat, 7 Februari 2020 - 23:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia –  Tak cukup generalis, kemudian gagas wartawan spesialis.

“Wartawan Indonesia tidak cukup hanya sebatas wartawan generalis. Tetapi harus menjadi wartawan spesialis,” kata Ketua Dewan Pers Pusat, Mohammad Nuh,

Ketika menjadi nara sumber pada acara seminar Program Wartawan Spesialis, Jumat (7/2) sore di Hotel Best Western.

Seminar ini merupakan rangkaian Hari Pers Nasional 2020 di Provinsi Kalsel.

“Semakin berkembangnya teknologi, wartawan diharapkan memiliki kemampuan khusus dalam suatu bidang, dan juga wartawan harus semakin tajam dalam mengulas berita,” tambahnya.

Karena itu, lanjut mantan Mendikdub era Presiden ke-6 SBY, wartawan dituntut untuk meningkatkan kualitas, peningkatan status dari generalis menjadi wartawan spesialis.

Menurutnya, sekarang ini persoalan semakin kompleks. Karena semakin kompleks, maka kompetisi yang dibutuhkan harus semakin tajam.

Peningkatan kualitas status ini, yang akan dijadikan sebagai salah satu program di 2020, dan mulai dipikirkan bagaimana kurikulum serta proses pembelajarannya.

“Supaya dalam waktu dekat sudah bisa dihasilkan kawan-kawan jurnalis yang memiliki keahlian khusus,” jelasnya.

Mohammad Nuh memberikan satu contoh sederhana. Zamannya binansial teknologi (bintek). 10 tahun lalu tidak ada. Kalau sekarang ada kasus bintek illegal, paling juga disebarkan ada bintek ilegal.

Lalu binteknya itu apa, kenapa bisa illegal, dan kenapa bintel bisa illegal, serta kenapa bintek itu lebih penting.

“Dalam kasus inilah perlu ada jurnalis yang spesialis di bidang keuangan atau bidang teknologi dan seterusnya,” ujarnya.

Baca Juga :   BERIKUT JURUS Jitu Ala Dibyo untuk Mengoptimalkan PAD di Tanah Bumbu

Dengan meningkatnya kualitas wartawan, sambung M Nuh, berita yang disajikan pun diharapkan dapat mencerdaskan kehidupan berbangsa

“Contohnya saja proses dokter diharuskan memiliki keahlian spesialis dalam suatu bidang.

Wartawan pun diharapkan mampu menguasai suatu bidang dengan keahlian khusus,” ungkapnya lagi.

“Jika 10 tahun lalu kita mengikuti pelatihan, kita tidak tahu ingin menulis apa soal Fintech, tapi dengan semakin berkembangnya teknologi, muncul berbagai macam kasus terkait hal ini, seperti halnya Fintech ilegal.

Maka dari itu kita membutuhkan wartawan yang ahli dalam bidang tersebut,” bebernya.

“Selama ini kan kita hanya mengetahui sawit menghasilkan minyak, lalu bisa dijual paling itu saja.

Adanya program ini bisa menciptakan memiliki wartawan yang tidak hanya ahli dalam sisi generalnya, tapi harus mampu menguasai bagaimana bisnis sawit dari hulu ke hilirnya,” jelasnya pula.

Oleh karena itu, dengan adanya program ini, wartawan setelah memiliki fondasi pengetahuan umum dan kompetisi yang cukup bagus.

Spesialisasi tersebut, kata dia, juga bisa menjadi sebuah kebahagiaan bagi para insan pers jangan merasa puas dengan kemampuan yang dimiliki saat ini jika seperti itu anda tidak akan bisa termasuk menjadi wartawan yang melakukan perubahan. (DO)

 

 

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

CATATAN BPK Belasan Izin Tambang di Kalsel Wewenang Pusat dan Provinsi
PERISTIWA TEWASNYA NENEK Diungkap Polisi Kronologi Kecelakaan
RATUSAN PAKET SABU Disita Satresnarkoba Polresta Banjarmasin dari Warga Teluk Dalam
DIUGKAP Kasus Narkotika, Sita Puluhan Gram Sabu
DUGAAN KORUPSI Sewa Komputer Server, Aplikas dan Jaringan di Disdik Banjarmasin untuk Jenjang SD
DITAHAN TERSANGKA Kasus Proyek di Disdik Kota Banjarmasin, Kerugian Negara 5 Miliar
AKSI RATUSAN BEM se-Kalsel, Ketua DPRD Janji Kawal Isu Publik dan Jadwalkan RDP
SOFIA KAMILA, Jemaah Haji Termuda dari Kalsel

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 00:02

CEGAH KORUPSI, KPK Usul Pembatasan Masa Jabatan Ketum Parpol

Kamis, 23 April 2026 - 22:48

CATATAN BPK Belasan Izin Tambang di Kalsel Wewenang Pusat dan Provinsi

Kamis, 23 April 2026 - 21:47

PERISTIWA TEWASNYA NENEK Diungkap Polisi Kronologi Kecelakaan

Kamis, 23 April 2026 - 19:50

DIUGKAP Kasus Narkotika, Sita Puluhan Gram Sabu

Kamis, 23 April 2026 - 19:34

DUGAAN KORUPSI Sewa Komputer Server, Aplikas dan Jaringan di Disdik Banjarmasin untuk Jenjang SD

Kamis, 23 April 2026 - 18:24

DITAHAN TERSANGKA Kasus Proyek di Disdik Kota Banjarmasin, Kerugian Negara 5 Miliar

Rabu, 22 April 2026 - 23:56

AKSI RATUSAN BEM se-Kalsel, Ketua DPRD Janji Kawal Isu Publik dan Jadwalkan RDP

Rabu, 22 April 2026 - 23:55

SOFIA KAMILA, Jemaah Haji Termuda dari Kalsel

Berita Terbaru

Kepala BGN Dadan Hindayana (dua dari kiri); Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tiga dari kiri) dalam peresmian SPPG Pemuda Muhammadiyah di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (21/4/2026). (Dok BGN)

Nasional

BGN Tangguhkan 1.780 SPPG untuk Perbaiki Kualitas MBG

Kamis, 23 Apr 2026 - 23:50

Foto Ilustrasi - Seorang calon haji Indonesia disambut petugas setibanya di Arab Saudi. (Dok Kemenhaj)

Nasional

KEMENHAJ: Hampir 6.000 JCH Indonesia Tiba di Madinah

Kamis, 23 Apr 2026 - 23:45

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca