SuarIndonesia – Pada triwulan 2 tahun 2021 realisasi investasi di Kalsel berjumlah Rp3.252 triliun, sedangkan periode yang sama tahun 2020 RpRp 312. 875 triliun.
Dari realisasi tahun ini sudah mencapai 30 persen dari target investasi Rp10.830 triliun. Jika dibandingkan dengan target RPMJD (usulan) R010.200 triliun maka persentase capaian tahun ini 31,86 persen.
Jika digabung dari triwulan 1 dan triwulan 2, maka realisasi investasi di Kalsel sebesar Rp5.230.331.640.000 atau kurang lebih Rp5,23 triliun.
Capaian triwulan 1 dan 2 terharap target nasional Rp10.830.000.000 atau 48, 29 persen, sedangkan capaian terhadap RPJMD atau usulan sebesar Rp10.200.000.000 atau 51,27 persen.
Realisasi investasi triwulan kedua (April-Juni) ini paling banyak dari sektor perdagangan dan reparasi yakni dengan jumlah 282 proyek (PMA 15 proyek, dan PMDN 267 proyek) dengan nilai Rp76. 760.000.000.
Tertinggi kedua, yakni jasa lainnya, 67 proyek dengan nilai investasi Rp73 miliar. Tertinggi ketiga yakni sektor konstruksi dengan total 65 proyek dengan nilai investasi Rp 13 miliar baik PMA dan PMDN.
“Jika berdasarkan lokasi paling banyak investasi baik PMA dan PMDN berada di Banjarmasin.
Di mana untuk triwulan kedua ini saja ada 177 proyek, disusul Tanbu 131 proyek, dan Kabupaten Banjar urutan ketiga sebanyak 92 proyek,” jelas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel, Ir. Nafarin.
Jika dilihat dari negara asal, PMA paling banyak pada triwulan kedua 2021 berasal dari Singapura dengan 28 proyek.
Disusul Malaysia, 6 proyek dan disusul British Virgin Islan yang tak sampai 5 proyek.
Nafarin berharap, investasi kembali bergairah walaupun pandemi masih belum usai. “Kita tetap melakukan kegiatan dan stretegi dengan zoom Meeting dan melalui media sosial untuk mengeksplorasi potensi investasi di Kalsel kepada pihak luar,” kata Nafarin.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















