SANKSI FIFA Layak Dijatuhkan kepada Malaysia

- Penulis

Jumat, 22 November 2019 - 22:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malaysia disebut layak untuk dihukum FIFA usai pengeroyokan suporter Indonesia. (CNN Indonesia/Nova Arifianto)

SuarIndonesia – Pengamat sepak bola nasional, Supriyono menyatakan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) layak disanksi FIFA terkait kekisruhan yang terjadi di Stadion Bukit Jalil, pada laga kualifikasi antara Malaysia vs Timnas Indonesia, Selasa (12/11).

Terkait dugaan pengeroyokan suporter Timnas Indonesia oleh para terduga pelaku, Supriyono mengungkapkan walau terjadi di luar area Stadion Bukit Jalil, tetap merupakan bagian dari rangkaian pertandingan antara Malaysia vs Indonesia.

“Kejadian itu kan satu rentetan dalam pertandingan sepak bola antara Indonesia dengan Malaysia. Walaupun di luar stadion, tapi kejadiannya rentetan pertandingan. Dan kehadiran suporter berbondong-bondong ke Malaysia buat mendukung timnas, bukan sekadar jadi turis. Jadi kalau memang ada bukti-bukti yang jelas soal pengeroyokan, Malaysia layak buat disanksi FIFA,” kata Supriyono kepada CNNIndonesia.com, Jumat (22/11).

Meski insiden dugaan pengeroyokan di luar stadion masih menjadi perdebatan terkait Malaysia layak disanksi FIFA atau tidak, lanjut Supriyono, fakta bahwa terjadi pelemparan benda-benda dari terduga para oknum pendukung tuan rumah ke suporter Indonesia jadi bukti sah pihak FAM harus mendapatkan sanksi dari FIFA.

Belum lagi berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, aksi suporter menyalakan flare atau asap suar juga melanggar aturan disiplin FIFA dalam penyelanggaraan laga resmi internasional dan pantas diberikan hukuman.

Supriyono menegaskan dalam pertandingan sepak bola nilai-nilai sportivitas wajib dijunjung tingi. Tidak hanya oleh pemain dan suporter, tapi juga federasi sepak bola sebuah negara hingga pemerintah.

Oleh karena itu, menurut Supriyono sudah selayaknya Malaysia meminta maaf atas kejadian tersebut.

“Rivalitas Indonesia dengan Malaysia ini jangan malah selalu dipertajam dengan situasi. Minimal upaya minta maaf, mengobati yang sakit atau ganti rugi. Jangan sampai harga diri kita sebagai bangsa yang bermartabat diinjak-injak,” tegasnya.

Baca Juga :   CEGAH PHK, Pemerintah Siapkan Insentif Sektor Padat Karya

Kejadian dugaan pengeroyokan suporter Indonesia di Malaysia disebut Supriyono sudah bukan lagi sebatas ranah PSSI. Tetapi juga sudah menjadi tanggung jawab pemerintah Indonesia karena sudah menyangkut masyarakat sipil.

“Situasi ini jangan sampai menginjak-injak harkat dan martabat negara ini. Kenapa mereka [Malaysia] selalu memperkeruh suasana. Sudah cukup TKI/TKW disudutkan mereka.”

“Kalau di luar negeri pemerintah yang bertanggung jawab terhadap warganya. Pemerintah juga harus ikut membantu mencari solusi, salah satunya lapor ke FIFA. Jangan semua lepas tangan. Apalagi kalau Malaysia angkuh dan sombong tidak mau minta maaf, pemerintah laporkan saja ke FIFA,” jelas Supriyono yang juga mantan penggawa Timnas Indonesia tersebut.

Sebelumnya Wakil Ketua Umum PSSI, Cucu Soemantri, kepada CNNIndonesia.com mengatakan mendesak pihak penyelenggara pertandingan di bawah FAM maupun pemerintah Malaysia minta maaf terkait insiden dugaan pengeroyokan terhadap suporter Indonesia di Negeri Jiran.

“PSSI harus bersikap bersama pemerintah. PSSI ini harus diingatkan, ditegur. Ini bukan hanya 90 menit pertandingan yang jadi tanggung jawab PSSI, bukan sebatas 22 pemain. Tapi kejadian ini juga ada pemain ke-12 yang jauh-jauh datang untuk mendukung Timnas Indonesia,” ujarnya.(CNNIdonesia/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TIGA WNI Ditangkap di Makkah Kasus Penipuan Layanan Haji, Ditindaklanjuti Polri
EMPAT Anggota TNI Didakwa Siram Andrie Yunus untuk Beri “Efek Jera”
PRESIDEN Prabowo Ultimatum Pejabat-Ilmuwan tak Patriotik untuk Mundur
INSIDEN BUS Jemaah di Madinah: Kemenhaj Pastikan Penanganan Korban
PERJUANGAN PERSIT Kartika Chandra Kirana Merawat Budaya Banjar, “Tajam seperti Todak, Teguh seperti Budaya”
KOMISI III DPRD Kalsel Studi Tiru ke Masjid Al Jabbar
KECELAKAAN KRL BEKASI TIMUR: 10 Jenazah Korban Teridentifikasi
PEMERINTAH Komitmen Kesejahteraan Atlet Lewat Bonus Prestasi

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:23

KOBARAN API di Gudang Milik PT SSTC Banjarmasin

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:49

SEORANG ABK Cemara Nusantara 6 Hilang di Sungai Barito, Operasi SAR Besar-besaran di Kawasan Pelabuhan Trisakti

Kamis, 30 April 2026 - 22:25

TIGA WNI Ditangkap di Makkah Kasus Penipuan Layanan Haji, Ditindaklanjuti Polri

Kamis, 30 April 2026 - 21:30

TANAMAN JAGUNG di Lahan Sekitar 18 Hektare Dipantau Polsek Jajaran Polresta Banjarmasin Perkembangannya

Kamis, 30 April 2026 - 21:20

SEORANG PRIA Tergeletak Tak Bernyawa di Kawasan Komplek DPR Banjarmasin, Begini Awalnya

Rabu, 29 April 2026 - 23:58

INSIDEN BUS Jemaah di Madinah: Kemenhaj Pastikan Penanganan Korban

Rabu, 29 April 2026 - 23:45

1.814 DESA di Kalsel Terbebas dari “Blank Spot”

Rabu, 29 April 2026 - 23:40

BPG MERATUS Gandeng BRL Jerman Manfaatkan Lahan Bekas Tambang

Berita Terbaru

Headline

KOBARAN API di Gudang Milik PT SSTC Banjarmasin

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:23

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca