SuarIndonesia – Gt Abdul Syukur (75), langsung terjun ikut melakukan penyisirian, Jum’at (22/11), sekitar pukul 11.30 WITA.
Itu semua agar cepat ditemukan anaknya bernama Gusti Hamidan alias MIdan (43), yang menghilang di perairan Sungai Martapura tepatnya Jalan Sungai Baru Banjarmasin Tengah
Korban tinggal di Jalan Simpang Sungai Baru RT 4 Banjarmasin Tengah, menghilang saat menjelang sholat Jum’at.
Pihak keluarga korban langsung melakukan pencarian di tempat keluarga terdekat, di tempat biasa korban ngumpul dan tempat kerjanya sebagai pembersih kuburan hingga teman-teman korban.

Korban Gusti Hamidan alias MIdan
Ternyata saat ditanya korban tidak ada yang mengetahui keberadaannya.
Tak lama kemudian keluarga korban menemukan baju yang baru dicuci, sabun, sepeda gunung, dan sendal milik korban.
Di situlah keluarga korban mulai kecurigaan diduga korban menghilang di sungai tersebut.
Mengetahui itulah keluarga korban meminta pertolongan kepada warga sekitar untuk melakukan pencarian, dan warga pun langsung melaporkan kejadian ini ke Satuan Polisi Perairan (Sat Polair) Polresta Banjarmasin dan anggota relawan emergency maupun Rescue Gabungan.
Dari keterangan orang tua korban Gt Abdul Syukur, seperti biasa anaknya mencuci pakaian di sungai dan membawa pakai kotornya menggunakan sepeda.
Lalu selesai mencuci pakaian, apalagi saatnya untuk sholat Juaat, pasti seperti biasanya anaknya langsung pulang untuk pergi ke masjid.
“Waktu itu kami sekeluarga curiga kenapa belum ada d irumah untuk mempersiapkan diri pergi ke masjid.
Dari senjelang Jum;at-an, orang adzan pertama dan orang selesai sholat, tak kunjung pulang ke rumah,” ungkapnya.
Kasat Polair Polresta Banjarmasin, AKP Hon Louis Letedara SIk, mengatakan, anggota masih mengumpulkan saksi dan buktinya korban yang dinyatakan tenggelam. (DO)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















