RUSIA vs UKRAINA: Saling Balas Drone dan Sasar Ibu Kota

- Penulis

Rabu, 26 Juli 2023 - 00:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang anggota dinas keamanan berjaga di samping lokasi bangunan yang rusak akibat serangan drone Ukraina di Moskow, Rusia, Senin (24/7/2023) waktu setempat.(Foto: REUTERS/Maxim Shemetov)

Seorang anggota dinas keamanan berjaga di samping lokasi bangunan yang rusak akibat serangan drone Ukraina di Moskow, Rusia, Senin (24/7/2023) waktu setempat.(Foto: REUTERS/Maxim Shemetov)

SuarIndonesia — Rusia dan Ukraina masih berperang dan perang tentu harus berhenti demi kemanusiaan. Perkembangan terbaru, kedua negara saling serang menggunakan drone alias pesawat nirawak.

Ukraina selama ini masih diinvasi Rusia. Dilansir Reuters, Ukraina kemudian melancarkan serangan drone ke ibu kota Rusia, Moskow, pada Senin (24/7) waktu setempat.

Pada serangan hari Senin itu, tidak ada korban luka-luka. Moskow menyebut serangan drone Ukraina itu berhasil digagalkan. Namun, ada drone jatuh dekat Kementerian Pertahanan Rusia. Di gedung itu, Rusia sedang rapat soal ‘operasi militer khusus’.

Serangan pertama bisa dibilang gagal. Serangan kedua, drone Ukraina merusak gedung perkantoran di Moskow. Bagian jendela pada dua lantai teratas gedung itu pecah, puing-puing berserakan. Satu drone lain yang bertipe helikopter terjatuh di area pemakaman. Drone itu tidak membawa peledak.

Secara keseluruhan, serangan drone Ukraina tidak mengakibatkan korban jiwa. Kerusakan yang ditimbulakan juga tidak terlalu parah.

Dilansir detikNews, Selasa (25/7/2023), Ukraina juga melancarkan serangan menggunakan 17 drone ke Krimea. Wilaya Krimea semula adalah wilayah Ukraina namun dicaplok Rusia sejak 2014. Serangan drone Ukraina itu gagal berkat sistem pertahanan Rusia.

Rusia janji membalas
Dilansir Reuters, Kementerian Luar Negeri Rusia pun menjanjikan bahwa semua pihak yang bertanggung jawab atas serangan itu akan ditemukan dan dihukum.

“Kami menganggap apa yang terjadi sebagai penggunaan lain dari metode teroris dan intimidasi penduduk sipil oleh kepemimpinan militer dan politik Ukraina,” sebut Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataannya, merujuk pada serangan drone Ukraina di Moskow dan Crimea.

“Federasi Rusia berhak mengambil tindakan pembalasan yang keras,” tegas pernyataan tersebut.

Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, yang sekarang menjabat Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, menegaskan Moskow perlu memperluas jangkauan target yang diserang di wilayah Ukraina. Dia juga menyerukan serangan yang berdampak tinggi yang tidak terduga dan tidak konvensional.

Baca Juga :   TAIPEI OPEN 2026: Leo/Daniel Juara Sikat Wakil Malaysia

Tak perlu menunggu lama. Rusia benar-benar membalas Ukraina. Drone-drone Rusia meluncur ke Ibu Kota Ukraina, Kyiv.

Serangan balasan
Seperti dilansir AFP, Selasa (25/7/2023), laporan soal serangan drone Rusia itu disampaikan sehari setelah Kremlin mengancam ‘tindakan balasan yang keras’ setelah rentetan serangan drone melanda Moskow, yang berjarak sekitar 500 kilometer dari Ukraina.

Kepala administrasi militer kota Kyiv, Sergiy Popko, menuturkan via Telegram bahwa Rusia ‘menyerang Kyiv dengan serangan UAV (drone-red)’, tanpa menyebutkan berapa banyak atau dari lokasi mana drone-drone itu diluncurkan.

“Peringatan udara berlangsung selama tiga jam… Semua target udara terdeteksi dan dihancurkan saat mendekati Kyiv,” sebut Popko dalam pernyataannya.

“Menurut informasi saat ini, tidak ada korban atau pun kehancuran di ibu kota,” imbuh pernyataan tersebut.

Administrasi militer daerah Kyiv sebelumnya merilis peringatan untuk serangan drone dan memperingatkan warga untuk tetap tinggal di tempat perlindungan. Angkatan Udara Ukraina juga merilis peringatan untuk serangan drone di wilayah Odesa dan Mykolayiv, dekat pantai Laut Hitam.

Kedua wilayah itu merupakan rumah bagi infrastruktur pelabuhan yang dihancurkan Rusia dengan rentetan serangan drone dan rudal sejak negara itu pekan lalu menarik diri dari kesepakatan yang mengatur pengiriman biji-bijian yang aman dari Ukraina. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara Lewat Drama Adu Penalti
RACE MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Tempel Jorge Martin, Beda 2 Poin
RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:48

PEMDA DIMINTA PERKUAT Pencegahan Karhutla hingga Tingkat Desa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:03

DUA PRIA Disergap Polisi di Kawasan Kelayan A Banjarmasin Selatan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:56

RUMAH PENGEDAR Digeledah, Polisi Sita Enam Paket Sabu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:44

MENDIKDASMEN: Tidak Ada PHK Guru non-ASN

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:25

HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:14

DIGRATISKAN 19 LAYANAN Pencatatan Hak Cipta

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Berita Terbaru

Petugas satgas gabungan berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalteng beberapa waktu lalu. (Foto: HO-Antara)

Kalteng

STATUS TANGGAP DARURAT Karhutla Diperpanjang Sebulan

Rabu, 28 Okt 2026 - 22:25

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan meninjau penanganan karhutla di Simpang Kandan, Kabupaten Kotawaringin Timur, Selasa (27/10/2026). (Foto: Dokpri)

Kalteng

PERSONEL BKO DIKERAHKAN Perkuat Penanganan Karhutla

Rabu, 28 Okt 2026 - 21:57