Rupiah Lemah, OJK: Dinamika Pasar Keuangan Masih Berlanjut

Rupiah Lemah, OJK: Dinamika Pasar Keuangan Masih Berlanjut

Suarindonesia – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional IX Kalimantan, Haryanto menilai dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar tidak berdampak terhadap pelayanan konsumen perbankan, Senin (10/9/2018).

Haryanto mengatakan, sesuai dengan siaran pers OJK pada tanggal 30 Agustus 2018 disebutkan bahwa dinamika di pasar keuangan yang masih berlanjut seiring masih tingginya ‘downside risk’ di lingkup global.

OJK senantiasa mencermati berbagai perkembangan di perekonomian dan pasar keuangan serta dampaknya terhadap likuiditas pasar keuangan dan kinerja sektor jasa keuangan nasional.

Ia merilis ada beberapa faktor risiko yg menjadi perhatian, di antaranya adalah, perkembangan suku bunga dan likuiditas global, gejolak di pasar keuangan, emerging market, dan tensi perang dagang. “Itu faktor resiko yang harus diperhatikan,” jelasnya.

Berdasarkan resiko di atas, maka pihaknya akan mengambil langkah- langkah kebijakan yang diperlukan untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan nasional serta memperkuat koordinasi dengan lembaga-lembaga terkait.

Ia menuturkan bahwa secara nasional kinerja intermediasi sektor jasa keuangan secara umum masih bergerak positif, yaitu kredit perbankan year over year (YOY) sebesar 11.34 persen. Demikian juga untuk perhimpunan dana atau DPK perbankan tumbuh 6,89 persen. Sementara itu, perbankan di Kalsel juga bergerak positif. Dengan pertumbuhan YOY untuk kredit (4,48%), dana pihak ketiga (4,42%) dan aset ( 4,47%).

Haryanto menegaskan bahwa terhadap kondisi tersebut maka pihak OJK Regional 9 Kalimantan tetap melakukan pemantauan sesuai kewenangannya. “Kita akan terus pantau sesuai dengan tugas dan fungsi Otoritas Jasa Keuangan,” tandasnya. (BY)

 208 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: