Rizal Ramli Laporkan Dugaan Korupsi Impor Pangan ke KPK

- Penulis

Selasa, 23 Oktober 2018 - 13:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Mantan Menteri Koordinator Bidang Maritim Rizal Ramli melaporkan dugaan korupsi bernilai besar terkait impor pangan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (23/10/2018)

Ia hadir di KPK pukul 09.00 WIB bersama sejumlah pengacara. Rizal mengatakan kedatangannya untuk mengadukan dugaan korupsi dari kebijakan impor pangan pemerintah.

“Hari ini kami dan tim lawyer datang ke KPK mengadukan adanya dugaan tindak pidana korupsi di dalam impor pangan,” ujarnya

“Impor pangan ini sangat merugikan bangsa kita terutama petani, konsumen dan ada dugaan tindak pidana korupsi. Oleh karena itulah kami akan melaporkan kepada KPK, memberikan bahan-bahan untuk KPK melakukan tindakan lebih lanjut,” imbuhnya.

Ia menyebut kasus ini nilainya berpuluh kali lipat ketimbang kasus korupsi impor daging sapi yang menjerat mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq.

KPK, katanya, juga memiliki pengalaman kasus impor lainnya, seperti kasus impor gula yang menjerat mantan Ketua DPD RI Irman Gusman, yang bisa memudahkannya membongkar kasus itu.

“KPK sangat berpengalaman, tahu persis permainannya, dan harusnya bisa membuka kasus ini dalan waktu secepat-cepatnya. Karena nilainya puluhan kali dari permainan impor pangan kasus Ketua PKS yang hukumannya 16 tahun,” tutur dia.

Baca Juga :   GEISZ CHALIFAH Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Mantan Bupati Kukar

Kendati demikian, Rizal masih enggan membeberkan siapa pihak yang ia laporkan dalam aduannya ini. Ia baru mau menyebut nama setelah selesai melaporkan dugaan tindak korupsi tersebut kepada pihak KPK.

Sebelumnya Rizal Ramli terlibat adu mulut dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Rizal mengkritik kebijakan impor oleh Enggar berlebihan dan menyebabkan pelemahan rupiah.

Selain itu, Rizal menuding Presiden Joko Widodo takut menegur Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita terkait kebijakan impor karena tunduk dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

Rizal Ramli kemudian dilaporkan ke Polda Metro Jaya tentang pencemaran nama baik oleh Partai NasDem.(RY)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DILANTIK Sukarman Sumarinton sebagai Kajati Kalsel, Begini Penekanan Jaksa Agung RI
PERTALITE dan Biodiesel Masih Aman!
KASUS Korupsi Kouta Haji: Yaqut Didakwa Perkaya Diri Rp4,83 Miliar
ATASI Konflik Agraria, Dibentuk Tim Lintas Kementerian
MENDAGRI Tito: Pastikan tidak Ada PPPK Dirumahkan
BPS: 6% Anak Indonesia Belum Punya Akta Kelahiran
KASUS TPPU Febrie Adriansyah: Tujuh Saksi Diperiksa Kejagung
KASUS MBG: 16 Saksi Dipanggil Kejagung dalam Penyidikan
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:47

DILANTIK Sukarman Sumarinton sebagai Kajati Kalsel, Begini Penekanan Jaksa Agung RI

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:39

PERTALITE dan Biodiesel Masih Aman!

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:34

KASUS Korupsi Kouta Haji: Yaqut Didakwa Perkaya Diri Rp4,83 Miliar

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:17

MENDAGRI Tito: Pastikan tidak Ada PPPK Dirumahkan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:49

BPS: 6% Anak Indonesia Belum Punya Akta Kelahiran

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:02

KASUS TPPU Febrie Adriansyah: Tujuh Saksi Diperiksa Kejagung

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:57

KASUS MBG: 16 Saksi Dipanggil Kejagung dalam Penyidikan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:50

ENAM Provinsi Rawan Karhutla Difokuskan untuk Ditangani

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan awak media usai menghadiri Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia 2026 di Jakarta, Selasa (11/8/2026). (Foto: Antara/Harianto)

Bisnis

PERTALITE dan Biodiesel Masih Aman!

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:39

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca