SuarIndonesia – Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Jumat (3/6/2022) dimanfaatkan jajaran Dishut Kalsel dengan aksi bersih sampah, sekaligus penanaman bersama tanaman buah langka khas Kalimantan.
Penanaman 300 bibit tanaman buah langka di areal seluas satu hektar pada Blok 1 TH2TI bukan tanpa alasan.
Dipilihnya tanaman buah langka memang menjadi fokus Kadishut Kalsel, Fathimatuzzahra sebagai awal pembangunan kebun benih buah langka Kalimantan, khususnya di Kota Banjarbaru.
Setelah sebelumnya eksplorasi di Desa Marajai, Halong, Kab. Balangan, dilanjutkan penanaman 300 bibit buah langka jenis ginalun, limpasu, lempaung, papisangan, manggis hutan.
Puyian, silulung, kungkus, ramania, babuku, bintarung, bundu, kapul kupu-kupu, landur, manja, tampang susu, rawa-rawa, keliwin, tangalin, luwi, kumanjing, bumbunau, rambai gunung, tandui, lahung, puntit, bacaurea bangka, maritam, dan bangkinang.
“Pembangunan kebun benih buah langka ini akan menjadi salah satu Areal Sumber Daya Genetik (ASDG) di Kalimantan Selatan. Kegiatan ini alah satu upaya kita mempertahankan keanekaragaman hayati, khususnya buah langka, sampai pada tingkat genetik,” ujar Fathimatuzzahra.

Dia menjelaskan, pembangunan kebun benih merupakan kegiatan Dishut Kalsel yang cukup menonjol.
“Kebun benih ini akan menjadi laboratorium hidup tanaman buah langka Kalimantan, sebagai antisipasi jangka panjang keanekaragaman hayati,” tambahnya.
Selain itu, pembangunan kebun benih di areal TH2TI menjadi salah satu kerja nyata Gerakan Revolusi Hijau (Revjo) Kalsel, yang digagas Sahbirin Noor, Gubernur Kalsel.
Suatu gerakan yang bertujuan menggerakkan seluruh komponen rakyat di Kalsel, untuk peduli lingkungan melalui penanaman pohon.
Bahkan, konsep revolusi hijau Kalsel ini, telah didukung oleh KLHK. Beberapa dari konsepnya telah diramu, untuk kemudian dikembangkan secara nasional.
Sejalan hal tersebut, beberapa waktu lalu Paman Birin, sapaan akrab gubernur menegaskan jika pembangunan TH2TI adalah wujud komitmen Pemerintah Daerah Kalsel dalam menyukseskan Gerakan Revolusi Hijau.
“Ini adalah komitmen kami untuk memelihara kekayaan hutan tropis Kalimantan, dan sekaligus memperbaiki kondisi paru-paru dunia yang mulai mengalami kerusakan,” ujar Paman Birin.(adv/RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















