RETAK! Tembok RSUD Sultan Suriansyah, Dosen Geografi ULM Minta Hindari Ruangan Itu

- Penulis

Minggu, 22 Mei 2022 - 23:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Retaknya tembok atau dinding bangunan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah, Banjarmasin membuat pakar sekaligus pengamat bangunan di Kota Banjarmasin.

Dosen Program Studi Geografi, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Dr Nasruddin M Sc mengatakan, berdasarkan pengamatan awal, retakan yang terjadi di dinding bangunan RSUD Sultan Suriansyah itu merupakan retakan yang tidak biasa.

“Karena ini jenis Retak Diagonal. Saran saya hindari ruangan ini untuk digunakan,” ungkapnya saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon, Minggu (22/05/2022) malam.

Menurutnya, apabila dalam beberapa waktu ke depannya retakan tersebut semakin melebar maka bisa disebabkan oleh pondasi bangunan.

“Dan disarankan untuk mengosongkan sementara daripada mengambil resiko. Karena retakan ini letaknya di atas, dan kemungkinan besar terjadi karena ada masalah di pondasinya,” ungkapnya.

Akademisi di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) itu, menyarankan agar dilakukan pengkajian lebih teliti lagi terkait penyebab terjadinya retakan.

“Dikaji dahulu betul-betul. Hingga adanya hasil analisa geoteknik dari tim ahli,” ucapnya dosen Prodi Geografi itu.

“Selain itu saya rasa perlu ada evaluasi bangunan,” tambahhya, ketika melihat foto-foto retaknya bangunan yang dikirimkan.

Ia pun mempertanyakan bagaimana posisi pondasi dari rumah sakit milik Pemko Banjarmasin ini. Pasalnya, jika dibandingkan dengan bangunan di ULM, pihaknya harus memasukkan tiang pancang sedalam 40 meter, baru bertemu dengan lapisan batuan keras.

“Nah untuk rumah sakit ini kita tidak tahu seberapa dalam memasukan tiang pancangnya. Kalau tidak sampai lapisan yang keras, sama saja rumah sakit itu berdiri di atas air. Karena tanah kita ini jenisnya aluvial alias hanya endapan. Bukan jenis tanah keras,”ujarnya.

“Kemudian, perlu dilihat, apakah retakkan semakin memanjang, melebar dan sebagainya. Jadi saran saya, kosongkan atau hindari dahulu ruangan itu sementara daripada mengambil risiko,” lanjutnya.

Karena itu, ia menekankan, bahwa keretakan bangunan baik berbentuk vertikal, horizontal maupun diagonal patut diwaspadai dan segera melakukan pelaporan kepada instansi terkait agar tidak menimbulkan korban jiwa.

Di sisi lain, Nasrudin juga menyarankan agar Pemko Banjarmasin dan Pemprov Kalsel mesti membuat aturan yang jelas, terkait batasan berapa lantai bangunan yang boleh didirikan.

Bukan tanpa alasan, menurutnya hal tersebut dilakukan mengingat lahan di Kota Banjarmasin, merupakan lahan yang labil.

Dalam artian, geologi Kota Banjarmasin berada pada formasi aluvium atau aluvial yang dominan dibentuk oleh oleh aktivitas fluvial/sungai dan kenampakan rawa secara mayoritas.

RETAK! Tembok RSUD Sultan Suriansyah, Dosen Geografi ULM Minta Hindari Ruangan Itu

Baca Juga :

FASILITAS di RSUD Ulin Banjarmasin Dicek Gubernur Kalsel

Sehingga, aktivitas bangunan di sekitar atau sepanjang alur sungai dengan pondasi dangkal, menurutnya akan berdampak buruk pada kestabilan bangunan, selain itu proses abrasi atau pengikisan atau erosi karena air sungai juga memiliki pengaruh besar pada daya tahan bangunan.

Baca Juga :   NEKAT ! PEDAGANG PENTOL Gagahi Cewek Penjaga Toko di Banjarmasin

“Kondisi Geografis Kota Banjarmasin dalam menyikapi berkembangnya bangunan permanen seyogianya tetap mengusung nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Banjar yaitu arsitektur panggung berbahan kayu atau kombinasi material permanen berbahan ringan,” jelasnya.

“Tinggi bangunan juga memiliki pengaruh pada beban bangunan sehingga diperlukan kebijakan pemerintah yang mengatur tentang ketinggian maksimum bangunan yang diperkenankan pada wilayah rawa dengan kondisi tanah labil,” sarannya.

Bahkan ia membandingkan kondisi tanah di Kota Banjarmasin dengan tanah di Yogyakarta.

Menurut Nasruddin, tanah di Banjarmasin dan Yogyakarta ini memang memiliki perbedaan jenis maupun kontur. Namun sifatnya sama-sama labil.

“Yogyakarta keras tanahnya, tapi di sana rawan sekali terjadi gempa. Sedangkan Banjarmasin, memang jauh dari gempa, tapi kondisi tanah rawa yang ada ini sangat labil,” jelasnya lagi.

Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya di Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Agus Suyatno, mengaku sudah melakukan pengecekan langsung bersama dengan tim manajemen konstruksi pembangunan RSUD Sultan Suriansyah.

Hasilnya, gedung rumah sakit masih sangat aman. Karena retakkan itu bukan di kolong. Tapi di retakkan dinding.

Dijelaskan Agus, dinding yang retak itu diakibatkan sejumlah faktor. Baik getaran dari aktivitas pemancangan maupun pembangunan pendukung lainnya.

“Mungkin saja pada saat kita membangun bangunan utama, bisa pula karena pembangunan pemancangan pondasi pembangunan siring menggunakan metode hammer,” jelasnya, Minggu (22/5) malam.

“Kemudian, retak yang terjadi juga hanya pada aksesori atau pembungkus tiang kanopi IGD. yang di dalamnya besi baja. Oleh karena kegiatan konstruksi dahulu, sengaja ditutup seperti membentuk tiang pancang. Padahal dalamnya besi baja,” ucapnya.

Lantas, apa saran yang dilakukan pihaknya? Agus mengaku sudah melayangkan surat rekomendasi berupa perbaikan saja.

“Surat itu sudah kami sampaikan sepekan yang lalu. Entah sudah diterima atau belum. Tapi, nanti akan kami cek lagi apakah surat rekomendasi itu sudah sampai atau belum,” tuntasnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari
AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung
RIBUAN JEMAAH Padati Kubah pada Peringatan Haul ke-80 Habib Basirih
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B
KAPOLDA KALSEL Giat Salat Jumat Keliling dan Program Green Policing di Masjid
KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian
MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:43

DUKUNG Barito Putera, Bank Kalsel Bagikan 10 Tiket Nonton Gratis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:19

AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:30

TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:20

ALVIN TEDJO, Politikus Keturunan Indonesia Terpilih Jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:34

SELEKSI KONTINGEN Brisportartcular 2026 Digelar BRI Region 14 Banjarmasin, Tercatat 31 Peserta Berebut 8 Posisi Wakil Badminton

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Senin, 19 Oktober 2026 - 00:19

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!

Senin, 19 Oktober 2026 - 00:07

PEGADAIAN CHAMPIONSHIP 2026/2027: Barito Putera Bungkam De Red FC 2-0

Berita Terbaru

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat meninjau lokasi karhutla di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Minggu (1/11/2026). (Antara/M Imam Pramana)

Nasional

LEBIH DARI 100.000 Personel jadi Satgas Karhutla

Minggu, 1 Nov 2026 - 21:56

Petugas Kemenhut pasang plang di sejumlah wilayah lahan bekas karhutla. (HO-Kemenhut)

Kalteng

KAWASAN BEKAS KARHUTLA Kalteng Dipasang Plang

Minggu, 1 Nov 2026 - 21:32

Perampok menodongkan pistol dan menggasak 13 HP di Kobar tertangkap CCTV. (Foto: Istimewa)

Kalteng

TODONGKAN PISTOL! Perampok Sikat 13 HP

Minggu, 1 Nov 2026 - 21:10