SuarIndonesia — Masih rendahnya capaian vaksinasi dengan target lansia menjadi penghalang bagi Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin untuk bisa menjalankan vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun.
Pasalnya, jumlah lansia yang divaksin menjadi salah satu syarat untuk bisa memulai pemberian vaksin yang diharapkan mampu membangun antibodi penangkal virus Corona di tubuh anak-anak tersebut
Hal itu tertuang dalam Inmendagri nomor 66 Tahun 2021, setidaknya ada dua syarat yang ditekankan pemerintah pusat kepada daerah yang ingin melaksanakan program vaksinasi anak.
Pertama, daerah mesti telah mencapai target minimal 70 persen dosis pertama dari total sasaran daerah. Untuk syarat yang pertama ini Kota Banjarmasin lolos. Karena per tanggal 4 Januari 2022, persentase vaksinasi di Banjarmasin sudah mencapai 79,03%.
Namun, Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini masih belum memenuhi persyaratan yang kedua, yakni capaian vaksinasi dengan sasaran warga lanjut usia (lansia) di daerah yang ingin menjalankan vaksinasi anak mesti sudah mencapai minimal 60 persen dosis pertama.
Dari total target 45.657 sasaran, lansia yang saat ini sudah divaksin baru mencapai 43,33 persen.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi me gatalan. Hal tersebut dikarenakan adanya kendala yang mereka hadapi dalam menjalankan upaya vaksinasi pada lansia.
Ia membeberkan, kendala yang dialami pihaknya saat ini masih sama dengan yang terjadi selama ini. Dari kurangnya pemahaman masyarakat terkait pentingnya vaksinasi, hoaks seputar vaksin, dan lain sebagainya.
Akibatnya, para vaksinator yang bertugas masih kesulitan mencapai target vaksinasi lansia.
Tapi, semua itu kami upayakan tidak terjadi lagi, ungkapnya saat ditemui awak media, Rabu (512022).
Ia mengaku bahwa saat ini pihaknya memiliki strategi yang diharapkan mampu meningkatkan persentase vaksinasi lansia.
Salah satunya yakni mendekatkan pelayanan vaksinasi hingga menggandeng pihak terkait. Misalnya, tokoh agama dan tokoh masyarakat, tukasnya.
Dengan strategi tersebut, pria dengan sapaan Machli itu menargetkan capaian vaksinasi lansia bisa terpenuhi di akhir Januari 2022 ini.
Bila capaian itu terpenuhi, maka kita bisa mengajukan usulan program lanjutan yakni vaksinasi anak usia 6 hingga 11 tahun, ungkapnya.
Di samping itu, mantan Wakil Direktur (Wadir) bidang Administrasi dan Keuangan RSJ Sambang Lihum Kalsel itu menambahkan bahwa vaksinasi dengan sasaran remaja dan pelajar yang berusia 12 sampai dengan 17 tahun di Banjarmasin sudah hampir selesai.
Tinggal enam persen saja lagi pelajar SMP yang belum kita vaksin, dan ini akan kita selesaikan seraya menjalankan PTM secara penuh saat ini, ungkapnya.
Lantas, berapa jumlah pasti pelajar atau remaja yang saat ini sudah menerima vaksin
Terkait hal itu, Machli mengaku tidak hafal betul berapa jumlah pastinya, hal itu dikarenakan tidak ada grafik khusus untuk vaksinasi pelajar.
Sehingga jumlah vaksinasi pelajar kita masukkan ke dalam capaian vaksin masyarakat umum, tandasnya (SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















