SuarIndonesia – Sambil tersenyum dan penuh hormat, satu wisudawati Renny Gladis Karina, usai Sidang Senat Terbuka ULM ke-94 Tahun 2019 di Auditorium Banjarbaru, Sabtu (14/12) menyapa Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof Dr H Sutarto Hadi.
Ketika itu menemui mau foto bareng keluarga, Prof Dr H Sutarto, bertanya dari program sarjana S-1 fakultas mana ya ?.
Dan pengakuan Renny Gladis Karina, kalau dirinya bukanlah dari wisudawati program S-1.
Tapi melainkan Magister Ilmu Hukum (S-2) dan Alhamdulillah katanya predikat terbaik ke dua Fakultas Hukum ULM.
Atas pengakuan Gladis, panggilan akrab Renny Gladis Karina inilah, Rektor ULM kaget, dan merasa tak bercaya serta ucap masa sih.
“Masih muda lagi, wah hebat-hebat,” ucap sembari acungkan jempol, yang saat itu bersama sang istri.

Renny Gladis Karina ketika bersama Rektor ULM Prof DR H Sutarto Hadi
Meraih profesional di bidang ilmu hukum, itulah harapan Gladis, yang saat itu juga didampingi ibunya, adiknya yang masih kuliah di Fakultas Hukum ULM, Nadya Rizki Amanila serta salah satu om-nya yakni Prof DR H Ismed Setya Budi, saudara dari sang ibu Isma Darlina.
“Alhamdulilah saya meraih peringkat kedua terbaik lulusan Magister Ilmu Hukum Universitas Lambung Mangkurat di Wisuda ke-94 kali ini, semua berkat doa dan dukungan orang tua,” ucap Gladis lagi.
Di usia relatif masih muda tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Renny Gladis Karina, kelahiran Banjarmasin 8 Juli 1993 ini.
Prestasi Kumulatif (IPK) 3,76. Ijazah S2 dengan nilai bagus tersebut akan jadi modal berharga dalam dirinya meniti karir kedepan.
Si alumni SMAN 3 Banjarmasin ini pula menjadi anggota Lembaga Bantuan Hukum Universitas Lambung Mangkurat serta anggota Young Lawyer Committee Peradi Banjarmasin.
Bahkan ketika itu usianya masih 23 tahun, coba bersaing tes Advokat di Organisasi Peradi dan teryata lulus.
Namun karena usianya terlalu muda serta peraturan di Peradi haruslah berusia 25 tahun baru bisa dikukuhkan.
Maka saat itu, Gladis menunggu waktu sambil terus melanjutkan kulihannya.
“Alhamdulillah, semua berjalan lancar berkat doa orang tua, semua keluarga dan bimbingkan para dosen,” ucapnya lagi.
Renny Gladis Karina sendiri juga akan berusaha mengamalkan bidang keilmuannya dengan sebaik mungkin.
Diketahui, saat itu Wisuda ke-94 Tahun 2019 ULM, sebanyak 1.250 orang dari berbagai program studi.
Antara lain program doktor, magister, sarjana dan diploma.
Untuk jumlah doktor ada satu orang, dari program magister ada 84 orang, program sarjana ada 1.160 orang dan dari program diploma ada lima orang.
Sementara dalam sambutan saat itu, Rektor ULM, Sutarto Hadi mengatakan persaingan merebut pasar kerja tentu semakin ketat.
“Hal ini pasti berdampak terhadap alumni perguruan tinggi di Indonesia, termasuk alumni ULM.
Semuanya sangat tergantung seberapa kuat kompetensi yang kita miliki untuk bisa merebut peluang yang ada,” katanya.
Dirinya percaya pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki para alumni ULM akan menjadi modal yang penting untuk kesuksesan saat ini dan pada masa yang akan datang.
“Saya ingin berpesan kepada saudara-saudari alumni ULM yang tercinta, teruslah belajar.
Karena pelajaran yang sesungguhnya adalah ketika saudara terjun di tengah-tengah masyarakat,” pesan rektor. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















