SuarIndonesia – Sebanyak 40 tamu karantina khusus BPSDMD Kalsel dipulangkan, Minggu (28/6) setelah negatif covid.
Nor Eklas, salah satu tamu yang dipulangkan mengaku tidak mengetahui terpapar dari mana, sebab aktivitasnya hanya dari Banjarmasin ke Banjarbaru.
“Awalnya rapid test saya reaktif IGG, setelah itu diswab ternyata positif,” ujar pria seharinya ini anggota TNI.
Pemulangan 40 tamu covid secara bersamaan itu menjadi rekor tersendiri bagi karantina BPSDMD.
Seharinya Skema yang dijalankan tim karantina khusus BPSDM adalah dengan penyekatan atau pengelompokan baik antar tamu maupun tamu dengan petugas.
Setiap tamu yang reaktif IGG dengan reaktif IGM sudah dipisahkan. Begitu pula dengan tamu reaktif rapid dengan terkonfirmasi positif langsung dipisahkan.
Pun halnya dengan tamu yang sudah negatif dipisahkan dengan yang masih positif.
Selain mengelompokan sesama tamu, interaksi petugas dengan tamu juga dibatasi penyekatan.
Seminim mungkin terjadi interaksi langsung antara petugas dengan tamu karantina.
“Ruangan kami buat sekat pembatas, sehingga tidak ada interaksi langsung bagi yang di luar kelompok.
Petugas yang melakukan pelayanan juga disiapkan dua ruang sterilisasi untuk menghindari paparan,” jelas Koordinator Karantina di BPSDM, Edy Suwarto.
Sampah medis dan sampah biasa juga kita bedakan, dan terdapat jalur khusus dari belakang untuk akses sampah tidak dibiarkan lama dan tidak ada peluang kesempatan terkontaminasi kembali ke pasien.
Sampah medis dikeluarkan dari kamar tidak melalui lorong, tapi langsung diturunkan menggunakan tali. Setelahnya dimasukan truk angkut untuk dikirim ke insenerator.
“Terapi medis yang digunakan sama yakni dengan menggunakan cairan NaCl (garam) dan spray khusus.
Dipenuhi pula kebutuhan pasien mulai dari olahraga, vitamin, dan obat komorbitnya, serta disiapkan psikolog,” bebernya. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















