SuarIndonesia –Proyek pembangunan dan perluasan Puskesmas Cempaka Putih di Kelurahan Kuripan, Banjarmasin Timur dengan anggaran Rp 6 Milar lebih, akses menuju Musala Darul Ar-qam, terancam ditutup.
Sisi lain dari keterangan, besok Selasa (29/7/2025) sesuai rencana Walikota Banjarmasin HM Yamin bersmaa pejabat lainnya melakukan peletakan batu pertama di lokasi proyek.
Untuk semua, persiapan telah dilaksanakan hingga pengecekan di lokasi dari pihak Dinas Kesehatan.
“Iya sesuai rencana acara peletakan batu pertama loleh Walikota,” kata Dani, salah satu dari Dinas Kesehatan, ketika cek lokasi, pada Minggu (27/7/2025).
Senada diungkapkan Irwan Roasadi, salah satu pelaksana lapangan dari pihak kontraktor pembangunan.
Namun, pembangunan puskesmas, yang bersumber dari APBD (Anggaran Pendapatan
Belanja Daerah) Kota Banjarmasin, jadi pembicaraan hangat warga dan upaya cari solusi soal akses atau jalan untuk menuju Musala Darul Ar-qam.
Pasalnya, akses untuk umum bakal ditutup sesuai sketsa dan ukuran bangunan puskesmas.
Musala diketahui selama ini memang selain fasilitas sekolah SD Negeri Kebun Bunga, yang ada di sampingnya juga untuk masyarakat lingkungan sekitar.
Biasa pula untuk acara perkumpulan yasinan ibu-ibu serta pada bulan Ramadan, penuh jemaah tarawih hingga sebagai pratik para
mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin sebagai iman untuk jemaah.
Dari keterangan, selama ini lahan yang berdiri musala dari pemilik Kodrat (almarhum).
Dan berdasarkan kesepakatan dengan sejumlah tokoh masyarakat, termasuk Ketua RT dulunya H Syamsinar (almarhum), lahan mau tukar guling untuk sekolah.
Asal juga bisa dipergunakan untuk masyarakat sekitar hingga akses jalan selain dari sekolah, juga dibuat untuk masyarakat.
“Iya, awalnya memang begitu, tapi sekarang tinggal kebijakan dari Pemerintah Kota dalam hal ini Walikota kalau membijaksanai,” ucap Bahrudin, salah satu anak dari almarhum Kodrat.
Bahkan pembicaran Ketua RT 08, Syaiful Bahri, yang telah mengkoordinasikan pada warga hingga pihak sekolah, meski tak jauh dari lingkungan juga ada musala. Namun dari keterangan, pihak sekolah keberatan mengingat situasi lokasi sekolah.
Dan sebelumnya pihak pelaksana ada menyarakan di samping bangunan puskesmas ada sedikit lorong lahan milik Pemko di samping rumah dinas yang dulunya dihuni Camat Banjarmasin Timur.
Dibuatkan akses dengan kiri-kanan tembok. Tetapi, informasinya camat setempat juga menolak.“Padahal bagus juga jika ada akses, karena bisa pula dipergunakan bagi perawat, dokter atau pasien puskesmas jika ingin salat dengan hanya beberapa langkah saja menuju musala,” ucap Deden, warga setempat.
“Kalau kita dari pihak proyek hanya menjalankan sesuai sketsa dan ukuran. Dan untuk urusan bersedia atau tidaknya dibuatkan akses jalan, bukan urusan kami, karena sudah disarankan,” tambah Irwan
Roasadi.
Sedangkan Dani hanya sebut, nanti akan koordinasikan lagi secara Interin, baik Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan.
Diketahui, pembangunan puskesmas ini, proyek dari Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin.
Terpampang pekerjaan kontrak bernomor :000.3.3/216-Yan SDK/Dinkes/2025.Rp 6.178.901.000 (Enam Miliar Seratus Tujuh Puluh Delapan Juta, Sembilan Ratus Satu Ribu Rupiah).
Pelaksanaan sejak 30 Juni 2025. Sesuai rencana pekerjaan proyek dari 30 Juni 2025 sampai dengan 26 Desember 2025, selaku Kontraktor Pelaksana, CV Bangun Cipta Mandiri (BCM) dengan Konsultan Pengawas dari PT Sekta Gubah Sarana. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















