
Suarindonesia – Pada tahun 2019 ini, Pemprov Kalsel melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR), akan buat empat buah jembatan, pada beberapa titik untuk lintasan.
“Iya tahun ini kita akan anggarkan dana sekitar Rp70 Miliar (M) untuk pembuatan jembatan secara permanen.
Memang sudah ada jembatan pada lokasi itu, tapi hanya terbuat dari kayu dan terputus sungai-sungai,’’ kata Kepala Dinas PUPR Kalsel, Roy Rizali Anwar , kepada awak media, di Banjarmasin.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) ternyata terus bergerak dalam pembangunan jalan bebas hambatan Banjarmasin atau Banjarbaru – Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu.
Karena optimis Pemprov Kalsel bisa mewujudkan impiannya. Ini komitmen untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur strategis daerah.
Maka dari itu terus digencarkan. Apalagi kajian yang dilakukan sejak 2016 penyusunan Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED), tahun kemarin sudah selesai
Untuk panjang jalan sekitar 150 Km dan ini pangkas waktu separuh perjalan dari baik dari Banjarmasin, Banjarbaru – Batulicin.
Tentunya, jarak tempuh misal dari Banjarbaru ke Batulicin menjadi 2 sampai 3 jam dari biasanya butuh waktu 5 sampai 6 jam.
Ditanya pada titik mana saja jembatan yang dianggarkan itu.
Roy mengatakan, ada di daerah Sungai Kemuni, Sungai Kusan, Sungai Apui I dan Sungai Apui II.
“Dan target kita tahun 2020, bisa berfungsi dululah, walau jalan dalam kondisi pengerasan.
Setidaknya bisa dimanfaatkan,” tambah Roy didampingi Kepala Bappeda Kalsel, Nurul Fajar Desira.
Dikatakan, untuk pembuatan badan jalan sendiri, telah dilaksanakan, tahun kemarin, bekerjasama dengan TNI-AD melalui Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD).
“Tahun kemarin sejumlah di kabupaten Kalsel melaksakan TMMD, baik bangun jalan dan jembatan.
Itu selaras dengan program kita yang dirintis,’’ jelas Roy.
Diketahui, jalan bebas hambatan ini sendiri, kedepannya akan ditingatkan sebagai jalan tol, yang mana tentunya mengandeng pihak investor.
Sebelumnya diketahui, pada 2016 saja, jalur yang sudah dibangun yaitu jalan sepanjang 40 kilometer dari Batulicin menuju PT Kodeco di Kilometer 58.
Jalur tersebut terhubung dengan jalan bebas hambatan. Mulai dari kawasan Awang Bangkal, Kabupaten Banjar, sepanjang 40 kilometer.
Jalan yang ada sekarang, yaitu jalan nasional panjangnya sekitar 260 kilometer yang melintasi Kota Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.
Kalau jalan baru nanti, yang dari Batulicin-Aranio-Banjarbaru, panjangnya sekitar 150 kilometer.
Itu belum ditambah dengan Program TMMD tahun kemarin.
Rencana jalan bebas hambatan itu sendiri diperkirakan perlu dana Rp 3 triliun.
Dengan pembangunan infrastruktur strategis daerah ini, bisa jadi tingkat perekonomian Kalsel bakal terus bertumbuh.
Itu, menyusul rampungnya Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) yang terkonsentrasi di Batulicin.
Bahkan dengan jalan bebas hambatan nantinya juga bakal menghubungkan dua kawasan industri nasional Jorong dan Batulicin dengan pusat perdagangan di Banjarbakula. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















