SuarIndonesia – Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Nuryadi mengatakan ratusan sekolah mulai tingkat PAUD hingga SMA di Kota Banjarmasin telah melaksanakan Kurikulum Merdeka Belajar.
Tercatat di Kota Banjarmasin telah tercatat 655 sekolah yang telah melakukan implementasi kurikulum merdeka belajar.
Untuk tingkat SMP tercatat 51 buah sekolah, untuk SD sebanyak 226 buah sekolah serta untuk TK dan PAUD sebanyak 262 sekolah telah melakukan implementasi Kurikulum merdeka belajar
Posisi Kota Banjarmasin berada di posisi ke 2 di Kalimantan Selatan, dibawah Kabupaten Banjar tutur Nuryadi.
Walaupun secara baik menjalankan intruksi dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi terkait penerapan kurikulum pengganti kurikulum 2013, Menurut Nuryadi, Dinas Pendidikan perlu untuk melakukan evaluasi terutama untuk kerusakan infrastruktur pendidikan dan gaji guru.
Saat ini ada sekitar 1300 ruang belajar yang mengalami kerusakan dengan 40 buah ruang kelas yang mengalami kerusakan berat.
Sisanya kerusakan masuk dalam kategori ringan hingga sedang.
Baca Juga:
PROGRAM SBI di 35 SMP Guna Peningkatan Kualitas Pendidikan di Kota Banjarmasin
Pelan pelan ini akan kita perbaiki, baik menggunakan dana APBD atau Dana Alokasi Khusus (DAK) tutur Nuryadi.
Sementara untuk penyediaan tenaga pengajar, untuk tahun 2023 kuota PPPK untuk tenaga sebanyak 1300 orang, sementara 422 orang yang direkrut pada tahun ini.
Dengan melihat kebutuhan tenaga pengajar yang masih kurang, kemungkinan kita memerlukan 1300 orang lagi dari kuota tenaga pengajar PPPK tutur Nuryadi.
Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina usai Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Lapangan SKB Mulawarman mengatakan pendidikan harus memerdekakan individu, tidak hanya transfer ilmu namun mengajarkan atitude atau sikap.
Target besar Pemko Banjarmasin adalah membenahi secara fisik ruang belajar yang kondisinya mengalami kerusakan.
Ibnu Sina berharap ada kucuran dana dari APBN untuk memperbaiki ruang kelas yang mengalami kerusakan di Kota Banjarmasin.
Kalaupun tidak ada, Pemko Banjarmasin berusaha semaksimal mungkin menggunakan APBD Kota Banjarmasin.
Jangan sampai ada ruang belajar yang tidak layak di Kota Banjarmasin tutur Ibnu Sina.
Selain itu, untuk meningkatkan kompetensi dan implementasi kurikulum merdeka belajar, Pemko lebih menekankan pada investasi guru.
Komitmen kami, setiap tahun untuk membuka PPPK tenaga pengajar.
Walaupun jumlah yang direkrut tidak sesuai dengan target, peluang tetap dibuka dengan anggaran sepenuhnya dari APBD.
Padahal janjinya dulu dari APBN, tunjangan dari APBD, tapi sesuai komitmen sejak awal tetap kita jalankan.
Ibnu Sina mengapresiasi kinerja para guru dalam memajukan pendidikan di kota Banjarmasin.
Guru selalu memenuhi muridnya dengan ilmu dan doa, tutup Ibnu Sina. (*/SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















