Suarindonesia – Menyusul berakhirnya Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online yang belum memenuhi kuota sekaligus untuk memeratakan kuota daya tampung di beberapa siswa SMPN di Kota Banjarmasin, akhirnya Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin membuka penerimaan tahap kedua dengan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) offline jalur zonasi.
“Sejak mulai dibuka 8 Juli hingga besok 10 Juli (hari ini), kami mengimbau sekolah melaporkan calon peserta didik yang tidak lulus ke Disdik, dan panitia PPDB sekolah diminta merekomendasikan dan mengarahkan calon siswa yang tidak lulus,” jelas Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Banjarmasin, Drs H Sahnan kepada awak media, Selasa (9/7) siang.
Sahnan menerangkan, berdasarkan Permendikbud nomor 51 tahun 2018 pasal 14 ayat 1, 2 dan 3 serta hasil rapat Disdik dan K3S SMPN Kota Banjarmasin. “Masih ada 976 kursi kosong dari 12 sekolah, khusus Kecamatan Banjarmasin Barat semua sekolah sudah penuh,” ucapnya.
Adapun ketentuan dan aturan untuk seleksi offline antara lain, calon peserta didik diharuskan mencari SMPN yang terdekat dengan rumahnya. Calon peserta didik hanya bisa memilih satu SMPN saja. Bagi yang sudah diterima di jalur online dilarang mengikuti seleksi jalur offline.
“Data sementara, SMP 17 menjadi sekolah terbanyak yang kekurangan calon siswa, yakni sebanyak 147. Bahkan Kecamatan Banjarmasin Utara juga menjadi kecamatan dengan jumlah sekolah tertinggi yang kekurangan calon peserta didik, yaitu sebanyak 5 sekolah,” katanya.
Salah satu sekolah yang berada di pinggiran kota yang masih kekurangan calon siswa adalah SMPN 20 Banjarmasin. Menurut Ketua Panitia PPDB Online SMPN 20 Banjarmasin, Agustian Noor, untuk SMP 20 ada kekurangan 34.
“Kami menyediakan, 6 rumble dengan jumlah 173 kursi, hingga hari ini baru 128 calon siswa yang daftar ulang,” terangnya.
Dikatakan, Agus, sistem zonasi sekolah, sangat mempengaruhi PPDB Online tahun ini yang mengakibatkan banyak calon siswa kebingungan mencari sekolah.
“Karena banyak warga sini yang dulunya bersekolah di luar Kecamatan Banjarmasin Selatan, sehingga mereka kebingunan untuk menyekolahkan anaknya,” katanya.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















