SuarIndonesia – Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 atau virus corona terus meningkat. Tercatat per 5 Mei 2020 sudah ada 63 kasus positif. Bahkan ledakan kasus ini sempat terjadi di akhir April lalu.
Menanggapi hal ini, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjarmasin, Machli Riyadi tak mau jika pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Banjarmasin disebut gagal.
“Tingginya kasus itu bukan sebuah gagalnya PSBB. Jika selama PSBB ditemukan kasus yang semakin menajam bukan berarti itu indikator sebuah kegagalan,” katanya.
Machli yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin berpendapat sebaliknya, di saat PSBB lah waktunya untuk menemukan kasus sebanyak mungkin.
“Tapi sebenarnya yang kita targetkan sebagai upaya-upaya yang dilakukan secara maksimal mencari orang yang positif,” jelasnya.
Machli pun menyatakan hingga saat ini Banjarmasin masih belum mencapai puncak kasus virus mematikan ini. Sehingga, kemungkinan penurunan kasus pun masih belum bisa terjadi.
“Jadi melihat tren saat ini dari sektor kesehatan kami belum menemukan puncaknya, sehingga kita belum bisa turun,” ujarnya.
Lantas belum adanya gambaran penurunan kasus ini apakah PSBB Banjarmasin bakal di perpanjang? Machli belum bisa memastikan akan hal itu.
Mengingat keputusan perpanjang atau tidaknya PSBB tak bisa diputuskan tanpa adanya persetujuan pemangku kepentingan lainnya.
“Akan sama – sama dirapatkan. Pertimbangan perpanjangan perlu melihat dari sisi ekonomii, sosial maupun pelayanan kesehatan,” jelasnya.
Selain itu ia menegaskan, akan berupaya untuk menemukan kasus di waktu PSBB yang tersisa. Mengingat, pelaksanaan PSBB Banjarmasin akan berakhir pada 7 Mei, atau tersisa dua hari lagi. (SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















