SuarIndonesia — Ratusan santri dari Perhimpunan Remaja Santri Al-Falah Banjarbaru asal Kota Banjarmasin (PRES AF BMAS) mengabdikan diri pada kegiatan pesantren Ramadan 1447 H/2026 M di sekolah-sekolah di Kota Banjarmasin, Kalsel.
Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda di Banjarmasin, Minggu (22/2/2026), telah melepas sebanyak 250 santri/santriwati tersebut untuk ikut berkegiatan pada pesantren kilat Ramadan bagi para siswa di kotanya yang dijadwalkan 23-25 Februari 2026.
Dia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga menanamkan keteladanan kepada para siswa.
“Kegiatan ini sudah memasuki tahun ke-11. Kami berharap para santri bisa mentransfer ilmu sekaligus memberikan contoh yang baik,” ujarnya.
Ananda menambahkan, melalui kegiatan tersebut para santri dan santriwati dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama di pesantren sekaligus belajar berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Program pesantren kilat Ramadan ini merupakan agenda rutin Pemko Banjarmasin dalam rangka memperkuat pendidikan keagamaan sejak dini, serta menumbuhkan kepedulian sosial melalui kegiatan berbagi kepada warga,” ucap Ananda.
“Kami titip pesan kepada santri/santriwati yang nantinya turun ke sekolah agar menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Ryan Utama, kegiatan pesantren Ramadan untuk tingkat SD dan SMP sederajat di bawah naungan Pemko Banjarmasin ini sudah dituangkan dalam surat edaran yang sudah disampaikan ke sekolah-sekolah.
“Termasuk SE ini mengatur libur dan masuk sekolah selama bulan Ramadan 1447 H/2026 M,” papar Ryan.
Khusus kegiatan pesantren Ramadan di sekolah, ungkap dia, hari pertama mendidik siswa terkait makna dan tujuan puasa, rukun dan syarat puasa serta refleksi ibadah.
Kemudian pada hari kedua, ucap Ryan, terkait menjaga lisan dan emosi, etika pergaulan dan media sosial, kartu kontrol akhlak serta Muhasabah.
Sedangkan hari ketiga, ungkap dia, terkait keutamaan sedekah, literasi zakat sederhana, gerakan sedekah kelas dan kampanye berbagi.
“Harapannya semoga dari jadwal telah ditentukan itu dapat diisi kegiatan yang positif dan memberikan tambahan ilmu agama bagi siswa,” ujar Ryan, dilansir dari AntaraNews.
Selain itu pada pesantren Ramadan ini juga menempa kedisiplinan dan akhlak mulia para siswa.
Terkait kegiatan belajar mengajar selama Ramadan ini, Ryan menyampaikan menindaklanjuti SE dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) penyesuaian kegiatan baik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Banjarmasin.
Dalam SE itu disebutkan, bahwa mulai 18 Februari hingga 21 Februari 2026 pembelajaran dilakukan secara mandiri atau di rumah. Kemudian pesantren Ramadan mulai 23 hingga 25 Februari 2026. Lalu pembelajaran tatap muka mulai 26 Februari hingga 14 Maret 2026.
Jam masuk siswa, mulai PAUD pukul 08.00 – 09.30 Wita, SD kelas I – 3 pukul 08.00 – 10.00 Wita, SD kelas IV – VI pukul 08.00 – 11.00 Wita dan SMP pukul 08.00 – 12.00 Wita diakhiri salat zuhur berjemaah. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















