SuarIndonesia – Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan, Kombes Pol Moch. Rifa’i, mengungkapkan personel Brimob dan Samapta dari Polda Kalsel disiapkan membantu proses evakuasi di lokasi bencana tanah longsor.
Sedidaknya yang melanda Desa Buluh Kuning, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru, pada Senin (27/09/2022) malam.
Menyusul masih adanya warga diduga tertimbun longsor yang terjadi pada tengah malam di area pertambangan emas rakyat.
“Kita menyiapkan personel Brimob dan Samapta untuk tambahan bantuan personel, memback up, Polres Kotabaru yang telah dibantu polres terdekat, yakni Polres Tanah Bumbu untuk evakuasi,” ucapnya, Rabu (28/9/2022).
Menurutnya, tambahan personel itu diperlukan di lapangan karena ada laporan beberapa orang yang belum ditemukan.
“Pengerahan personel dari dua satuan itu akan membantu proses evakuasi yang saat ini dilakukan oleh kepolisian setempat bersama TNI, Basarnas dan BPBD,” katanya
Informasi yang diperoleh, kini jumlah korban yang ditemukan mencapai 12 orang, yakni 6 orang mengalami luka-luka dan 6 orang lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Selain itu, Polda Kalsel juga membuka posko dan dapur umum, serta tempat tinggal sementara bagi warga yang terdampak longsor dan kehilangan tempat tinggal.
“Kita juga mendirikan tenda-tenda untuk mereka istirahat, termasuk suplai makanan,”Ujar Rifai’i
Adapun untuk tindakan jangka panjang, Kepolisian akan berkoordinasi dengan pemda setempat untuk melakukan pengawasan dan penertiban area pertambangan emas rakyat yang terbilang rawan longsor.
“Kita akan bicarakan dan rapat dengan pemerintah daerah setempat,” bebernya
Hingga saat ini pencarian masih berlangsung untuk memastikan para korban yang diduga tertimbun dapat ditemukan seluruhnya.
Pasalnya berdasarkan informasi total ada 15 orang yang menjadi korban bencana tanah longsor di lokasi tersebut.
Sedangkan korban yang selamat dirawat di Puskesmas Perawatan Banian, Kabupaten Kotabaru dan Rumah Sakit Marina Permata, Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu.
Jarak menuju lokasi longsong melakukan proses evakuasi, personil gabungan harus menghadapi medan yang cukup sulit karena lokasi hanya dapat ditempuh dengan jalan kaki sekitar 5-6 jam dan hanya bisa menggunakan roda 2 dengan berspesifikasi khusus yang memakan waktu 2-3 jam. (HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















