PERKARA Oknum DPRD Tala jadi Perhatian Serius Kajati Kalsel, Begini Penekanannya

Bagikan :
PERKARA Oknum DPRD Tala jadi Perhatian Serius Kajati Kalsel, Begini Penekanannya
Kajati Kalsel, Rudi Prabowo Aji SH MH didampingi Kepala Seksi Penerangan Hukum , R Novelino SH.

SuarIndonesia – Perkara yang sebelumnya dihadapi Sya (26), oknum anggota DPRD Kabupaten Tanah Laut (Tala) mendapat perhatian serius Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalsel Rudi Prabowo Aji SH MH.

Pasalnya dakwaan dan tuntutan penuntut umum dalam perkara dugaan kejahatan narkoba, tak terbukti di pengadilan tingkat pertama

Diketahui, Sya pada mula proses hukum dengan dijadikan tersangka di Kepolisian juga terdakwa di persidangan perkara dugaan kejahatan narkoba serta kepemilikan senjata tajam tanpa hak.

Namun akhirnya, lepas dari dakwaan dan tuntutan terkait dugaan kejahatan narkoba

“Kejaksaan akan menempuh upaya hukum lanjutan yaitu banding. Saya menekankan kepada JPU (Jaksa Penuntut Umum) untuk menyusun memori banding dengan baik,” katanya.

Baca Juga :

OKNUM DPRD TALA Terjerat Hukum Perkara Sajam, Tapi Narkoba Dinyatakan tak Terbukti

Penyusunan memori banding pun lanjut Kajati dilakukan dengan supervisi oleh Asisten Bidang Pidana Umum (Aspidum) Kejati Kalsel.

“Penekanannya supaya Jaksa Penuntut Umum menyusun memori bandingnya dengan baik supaya bisa membuktikan bahwa itu perkara harusnya dihukum bukan bebas,” katanya didampingi Kepala Seksi Penerangan Hukum , R Novelino SH, Jumat (19/11).

Eksaminasi terhadap berkas perkara tersebut juga dilakukan oleh jajarannya.

Pasalnya kata Rudi, Kejaksaan tentu sudah memiliki keyakinan kuat bisa membuktikan dakwaan ketika telah melimpahkan perkara ke Pengadilan.

“Kalau kita tidak yakin tidak mungkin kita limpahkan ke Pengadilan.
Kan saksinya lengkap, alat buktinya lengkap,” bebernya.

Sementara Juru Bicara Pengadilan Negeri Banjarmasin, Aris Bawono Langgeng SH MH mengatakan, berkas pengajuan banding oleh Jaksa Penuntut Umum telah diterima.

“Berkasnya sudah masuk, Jaksa Penuntut Umum banding tanggal 15 Nopember,” katanya.

Diketahui dalam sidang putusan pada Kamis (11/11/2021), terdakwa Sya divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Banjarmasin tidak terbukti melakukan kejahatan narkoba seperti yang didakwakan JPU.  Artinya lepas dari jeratan hukum atas perkara shabu 1,84 Gram.

Dimana dalam dakwaan pertama kesatu, S didakwa Pasal 114 Ayat (1) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang (UU) RI Nomor35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan dakwaan pertama kedua Pasal 112 Ayat (1) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU yang sama.

Namun Majelis Hakim tak sependapat dengan dakwaan dan tuntutan jaksa penuntut umum.

“Menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan pertama kesatu dan dakwaan pertama kedua.

Membebaskan terdakwa oleh karena itu dari dakwaan pertama kesatu dan dakwaan pertama kedua,” bunyi amar putusan yang dibacakan Majelis Hakim dalam sidang.

Artinya, tuntutan JPU terkait dakwaan tersebut yaitu 8 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara tak dikabulkan.

Meski demikian, majelis hakim menjatuhkan vonis bersalah terhadap Sya atas dakwaan kedua, yaitu tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 Ayat (1) UU Darurat No.12 Tahun 1951 Tentang Senjata Tajam.

Dimana Sya divonis hukuman pidana penjara selama enam bulan dan lima belas hari oleh Majelis Hakim yang diketuai M Fatkan.

Dikurangi dengan masa penahanan yang telah dijalani terdakwa selama proses hukum berlangsung sejak Minggu (2/5/2021), pasca sidang vonis terdakwa diperhitungkan sudah memenuhi masa waktu penahanan sehingga dapat dibebaskan. (ZI)

 

 134 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!