Perhatikan Kesejahteraan Satpam, Pembagian ‘Fee’ Diindikasi di Bawah Standar

- Penulis

Senin, 5 November 2018 - 19:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Kasubdit Satpam/Polsus Dit Binmas Polda Kalsel AKBP Tommy Hartomo berharap, Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) bisa lebih memperhatikan kesejahteraan Satpam.

Hal tersebut diungkapkannya di sela kegiatan Rakor DITBINMAS Polda Kalsel dan Seminar System Manajemen Pengamanan dengan Narasumber Darly Siregar yang diselenggarakan oleh Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Kalsel, Senin (5/11/2018) di Hotel Nasa Banjarmasin.

“Selama ini yang saya lihat banyak sekali pelaku usaha jasa pengamanan yang rela mengambil tender outsourcing jasa pengamanan dengan pembagian fee di bawah 10 persen. Akibatnya satpam yang dirugikan, karena tidak mendapatkan hak yang standar sesuai peraturan yang berlaku,” t egasnya.

Selain masalah fee yang tidak standar, masalah lainnya yang dihadapi para satpam adalah masih banyaknya satpam yang bekerja di berbagai instansi dan perusahaan tidak memiliki sertifikat Gada Utama. Padahal sertifikat ini sangatlah diperlukan untuk mendorong standar kerja satpam agar lebih baik dan profesional.

Karena itu ia mengimbau kepada pelaku usaha jasa pengamanan untuk bisa terus mendorong para satpamnya memiliki sertifikat Gada Utama. Selain bermanfaat bagi pengguna jasa, juga sebagai upaya pelaku usaha jasa keamanan untuk lebih siap bersaing di era global sekarang.

Di lain pihak, Ketua Bidang III Penelitian dan Pengembangan ABUJAPI Kalsel H Deddy Subiantoro berharap, kegiatan kali ini bisa menjadi wadah silaturahmi dan koordinasi yang baik bagi ketiga unsur, baik itu pengguna jasa satuan pengamanan, penyedia jasa satuan pengamanan maupun instansi terkait yang erat kaitannya dengan jasa satuan kemanan untuk bisa merumuskan masukan dan saran dalam rangka mendorong agar iklim bisnis jasa keamanan di Kalsel semakin baik dan berkembang ke depannya.

“Para satpam di ABUJAPI Kalsel saat memperlihatkan atraksi senam borgol.”

Terkait masih banyaknya instansi maupun perusahaan yang memberikan penawaran pembagian fee di bawah standar, ia berharap ada upaya yang serius dari instansi terkait agar bisa membuat kebijakan yang lebih ketat agar standar pembagian fee 10 persen bisa merata.

‘’Selama ini kita sebagai pelaku usaha jasa keamanan juga dirugikan atas praktek pembagian fee yang di bawah standar tersebut. Karena kalau di bawah 10 persen pasti akan berpengaruh terhadap kesejahteraan yang bisa diberikan kepada para satpam,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua ABUJAPI Kalsel Suprianto menambahkan, di Kalsel sendiri ada kurang lebih sekitar 25 buah badan usaha jasa pengamanan lokal dan 27 buah badan usaha jasa pengamanan luar yang membuka cabangnya di Kalsel.

Adapun jumlah satpamnya mencapai 8.300 orang. “Dari sekitar 8.300 orang jumlah satpam tersebut, memang masih ada sekitar 3.000 orang yang belum memiliki sertifikasi Gada Utama. Melihat kenyataan tersebut kami terus berupaya mendorong mereka yang belum ini agar segera memilikinya sebelum kebijakan AFTA pada Tahun 2020 mendatang resmi diberlakukan,” imbuhnya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari
AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung
RIBUAN JEMAAH Padati Kubah pada Peringatan Haul ke-80 Habib Basirih
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B
KAPOLDA KALSEL Giat Salat Jumat Keliling dan Program Green Policing di Masjid
KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian
MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:36

KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:01

PENANGANAN KARHUTLA Dekat Bandara jadi Prioritas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:51

DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:52

GAGALKAN PENYELUNDUPAN Kendaraan Lintas Pulau, Hasil Sinergi Denpom Lanal dengan Polsek KPL Banjarmasin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:59

SARPRAS PERANG Cegah Karhutla untuk 13 Kabupaten

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:40

KPK PERIKSA BS, Ipar Eks Kepala BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:20

OPERASI PATUH 2026: Fokus Tertibkan Lawan Arus di Titik Rawan

Berita Terbaru