PEREMPUAN yang Awalnya Mengaku-ngaku Istri Jendral Ini Diganjar 3 Tahun Penjara

- Penulis

Senin, 12 Desember 2022 - 16:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Syahlina Febrianti, perempuan yang awalnya ketika ingin ditangkap Tim Resmob Polda Kalsel mengaku-ngaku istri jendral ini, akhirnya diganjar 3 tahun penjara atas perkaranya.

Terhadap vonis tersebut, para saksi korban melalui kuasa hukumnya, Ilham Fikri menyatakan cukup puas dengan hukuman yang dijatuhkan  Majelis Hakim kepada terdakwa.” Ya cukup puas,” ucap Ilham dikonfirmasi Senin (12/12/2022).

Terdakwa adalah kesandung perkara atas penipuan berkedok arisan online di Banjarmasin, dan Syahlina dijatuhi vonis pidana 3 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Banjarmasin.

Vonis itu dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim, I Gedhe Yuliarta  dimana terdakwa hadir secara virtual dari Lapas Khusus Perempuan di Martapura, Kabupaten Banjar.

Majelis Hakim menilai, Febrianti telah terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana penipuan seperti didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum dalam dakwaan primair yakni Pasal 378 KUHP.

Namun demikian, sembilan saksi korban arisan yang menjadi klien Ilham bakal menempuh langkah hukum lain yakni jalur perdata.

Pasalnya melalui jalur pidana, harapan para saksi korban agar dana senilai lebih dari Rp 1,4 miliar yang disetorkan sebagai uang iuran arisan yang dibawa kabur terdakwa belum dapat dikembalikan.

“Memang diduga ada aset yang bukan atas nama dia (terdakwa) jadi penyidik pun kesulitan melacak itu,” ujar Ilham.

Melalui jalur perdata diharapkan dana tersebut setidaknya dapat kembali diperjuangkan agar bisa dikembalikan kepada para saksi korban.

Baca Juga :   PLN Kerja Tanpa Henti Kembalikan Keadaan Kelistrikan Kalselteng

Dalam rangkaian persidangan sebelumnya terungkap, terdakwa membujuk para saksi korban untuk ikut dalam arisan yang dibandarinya dengan cara menghubungi masing-masing saksi korban melalui media sosial.

Menggunakan aplikasi Whatsapp, terdakwa lalu memasukkan para saksi ke dalam grup percakapan secara sepihak tanpa persetujuan para saksi.

Dalam grup tersebut terdakwa juga sudah mengundang sejumlah orang yang merupakan rekanan para saksi korban sehingga para saksi korban segan untuk ke luar dari grup itu dan mau mengikuti arisan.

Setelah berjalan beberapa waktu, terdakwa disebut menghilang dan tak dapat dihubungi oleh para anggota arisannya.

Padahal, mayoritas dari peserta belum mendapat kesempatan menang arisan yang nilai iurannya belasan hingga puluhan juta rupiah perbulan.

Terdakwa juga disebut melakukan pengundian arisan secara tidak transparan, bahkan beberapa peserta arisan yang sudah menang diduga merupakan peserta fiktif dan sempat kabur ke luar Pronvisi Kalsel. (ZI) 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari
AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung
LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya
KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan
KORBAN KARHUTLA: Ditolak MK! Gugatan 4 Warga Palangka Raya
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:00

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:19

AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:30

TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:19

KAPOLDA KALSEL Giat Salat Jumat Keliling dan Program Green Policing di Masjid

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:44

KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:13

MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:09

PROGRAM REBOISASI Pasca Karhutla, Didesak DPRD Kalsel Masuk Prioritas 2027

Berita Terbaru