PERDA DAMKAR di Banjarmasin Bakal Dikaji Ulang

PERDA DAMKAR di Banjarmasin Bakal Dikaji Ulang

SuarIndonesiaPemko Banjarmasin berencana melakukan kajian ulang terkait Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2008, tentang pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran.

Penjabat (Pj) Wali Kota Banjarmasin, Akhmad Fydayeen menjelaskan, kajian ulang tersebut dirasa perlu dilakukan agar perda yang dikeluarkan menyesuaikan perkembangan zaman yang ada

“Saya rasa mesti ada kajian lebih lanjut apakah direvisi secara keseluruhan atau tidak,” ucapnya saat ditemui awak media usai rapat paripurna di gedung DPRD Kota Banjarmasin, Senin (21/6/2021) siang.

Selain itu, menurutnya, hal itu dilakukan agar masyarakat Kota Banjarmasin bisa lebih menerima dan merasakan manfaat dari adanya perda itu sendiri dan bisa berjalan secara maksimal.

Perlu diketahui, dalam Perda nomor 13 tahun 2008 itu juga mengatur zona penanganan kebakaran. Lebih tepatnya, penanganan bila kebakaran terjadi di Kota Banjarmasin.

Di situ juga dirincikan, zona penanganan dibagi dua wilayah. Pembatasnya adalah Sungai Martapura.

Apabila kebakaran terjadi di wilayah Barat atau Utara, maka penanganan mesti dilakukan oleh barisan pemadam kebakaran (BPK) yang ada di wilayah itu.

Demikian pula wilayah lainnya. Bila kawasan Timur dan Selatan terjadi kebakaran, maka BPK wilayah itulah yang menangani.

Aturan itu juga berlaku di wilayah tengah, BPK terdekat lah yang merapat.

Pengecualian bila BPK yang berada di wilayah masing-masing tak bisa menangani, maka bisa meminta bantuan dengan BPK lainnya.

Terpisah, menyikapi adanya rencana revisi perda tersebut, Wakil Ketua DPRD Kalsel, Tugiatno mengusulkan agar per kecamatan setidaknya memiliki 20 unit Barisan Pemadam Kebakaran (BPK).

“Tak perlu banyak-banyak, tapi diusahakan agar Damkar Kota Banjarmasin yang bergerak,” ucapnya.

Sesudah hal itu dilakukan, baru menurutnya pemko bisa melakukan hal lain. Misalnya, mengasuransikan anggota BPK hingga upaya lainnya agar bisa memaksimalkan kinerja BPK.

Kendati demikian, ia mengakui bahwa damkar kota masih belum mumpuni. Lantaran terkendala anggaran, alat dan sebagainya.

Untuk itu, ia pun nantinya mengaku bakal mendorong agar damkar kota punya unit yang modern. (SU)

 253 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: