SuarIndonesia -Tindaklanjut peniadaan mudik dan Operasi Ketupat Intan 2021, dimulai besok, Kamis (6/5/2021) dengan 1.500 pasukan gabungan diterjunkan
Personel Kepolisian, TNI dan aparat Pemerintah Daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan apel gabungan di Mapolda Kalsel, Jalan S Parman, Kota Banjarmasin, Rabu (5/4/2021).
Dipimpin oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kalsel, Safrizal ZA dan dihadiri Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto, Danrem 101/Antasari, Brigjen TNI Firmansyah dan Forkopimda Kalsel lainnya.
Pejabat Gubernur Kalsel menyampaikan sejumlah arahan Kapolri yang disampaikan melalui Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/949/V/Ops.2./2021 tentang Upaya Mencegah Terjadinya Peningkatan Penyebaran Covid-19 Menjelang, Pada Saat dan Pasca Hari Raya Idul Fitri 1442 H.
Diantaranya, mendirikan posko terpadu bersama dengan Satgas Covid-19 dan stakeholder terkait yang memiliki kelengkapan pemeriksaan Swab Antigen dan ruang isolasi sementara.
Membatasi jumlah pengunjung dalam suatu gedung maksimal 50 persen dari kapasitas yang ada dan pastikan sistemnya, siapkan petugas untuk menghitung jumlah pengunjung.
Melakukan patroli gabungan secara periodik untuk memastikan tidak terjadi kerumunan di sentra perekonomian dan keramaian, sekaligus lakukan imbauan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan.
“Juga berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 untuk melaksanakan swab antigen secara acak dan melakukan pembagian masker.
Peniadaan mudik secara nasional akan dimulai Kamis (6/5/2021). Jadi tidak pilih daerah zona merah, kuning atau hijau tapi secara nasional mudik ditiadakan.
Diminta kepada masyarakat karena sudah ditetapkan, jangan memaksakan diri untuk mudik.
Kebijakan semata-mata demi menjaga keselamatan rakyat,” kata Safrizal.
Untuk menegakkan kebijakan ini, posko penyekatan akan dioperasionalkan baik yang berada di perbatasan Provinsi Kalsel dengan provinsi tetangga.
Maupun di perbatasan antar kabupaten/kota di dalam Provinsi Kalsel kecuali untuk area aglomerasi yaitu Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.
“Lakukan silaturahmi dengan cara baru, video call, video conference supaya Covid-19 tidak menyebar,” kata Pj Gubernur.
Sementara Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto mengatakan, dalam Operasi Ketupat Intan 2021 yang berlangsung selama dua minggu
“Kami harapkan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di Kalsel.’
Tapi kami siap mengatasi kemungkinan yang bisa terjadi apakah masalah keamanan atau yang lainnya serta khususnya untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19,” pungkas Kapolda. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















