Suarindonesia – Penggunaan karet dalam campuran aspal untuk pembangunan jalan terus disempurkan oleh pemerintah.
Dengan penggabungan itu usia jalan lebih lama 3 tahun dari aspal murni.
Ada beberapa opsi yang dihasilkan oleh Pusat Penelitian Karet, Pusat Penelitian dan Pengembangan Pakerjaan Umum, Rektorat Industri Kementerian Industri, dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.
Pilihan pertama aspal dicampur latek atau karet yang masih cair atau yang baru disadap antara 5 sampai 7 persen.
Pencampuran aspal dengan karet cair ini alat yang digunakan tangki pencampur dengan biaya investasi kurang lebih Rp70 juta dan berkapasitas 5 ton.
Cara kedua, lanjut Mahyuni, mencampur aspal dengan karet setengah jadi. Karet setengah jadi yang dimaksud Mahyuni adalah karet sir 20 atau RRS atau karet beku yang diasap.
Selain itu bisa juga dengan karet yang sudah dibekukan dengan asam semut atau disebut slap karet berbentuk seperti bantal.
Cara kedua ini memerlukan dana yang lebih besar. Selain alat penyampur aspal dan karet juga diperlukan alat pemotong karet beku tersebut.
“Karet yang beku tadi dipotong kecil-kecil dulu baru dicampur dengan aspal,” kata Kepala Dinas Perindustrian Kalsel, Mahyuni, Minggu (7/4).
Selanjutnya cara ke tiga adalah mencampur aspal dengan karet ban bekas yang dipotong kecil-kecil. Menurut Mahyuni, jika menggunakan ban beka maka hanya menguntungkan perusahaan. Atas dasar tersebut,
Mahyuni menyebut pihaknya menyarankan untuk menggunakan karet cair karena menguntungkan para petani.
“Kalau pakai karet beku memang bahan bakunya dari petani tapi setelah jadi beralih ke perusahaan, makanya kami berharap yang digunakan karet cair,” urainya.
Dikatakan Mahyuni, guna mendorong industri daerah pihaknya mengoordinasikan dengan PT Bangun Banua untuk berinvestasi membeli peralatan pencampur aspal dan karet.
“Ke depan kami berharap juga ada regulasi dari Kementerian PUPR terkait harga aspal karet, seperti halnya aspal murni ada harga satuan yang ditetapkan.
Aspal karet juga harganya ditetapkan agar perencanaan lebih mudah. Memang harga aspal karet lebih mahal 20 persen dari aspal murnu, tapi usia jalan lebih panjang 3 tahun dari aspal murni. Keuntungannya usia aspal lebih lama,” paparnya. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















