Pengamat, Politik Sabun Cuci Rp2 Miliar untuk Pencitraan

- Penulis

Senin, 21 Januari 2019 - 16:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Joko Widodo menghadiri Gerakan Kawal Musim Tanam Oktober 2018-Maret 2019 di Desa Cisaat, Kabupaten Garut, Jawa Barat, 19 Januari 2019. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)

Suarindonesia – Langkah Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang memborong 100 ribu botol sabun cuci piring dan baju senilai Rp2 miliar saat kunjungannya ke Garut, Jawa Barat pekan lalu menuai reaksi publik.

Eli Liawati, salah satu pegiat UMKM sabun cuci yang diborong Jokowi itu mengaku kaget karena seorang presiden rela membeli 100 ribu botol sabun miliknya. Eli sendiri merinci bahwa satu botol sabun cuci berisi satu liter itu dihargai Rp20 ribu.

Jokowi pun tak asal bicara. Sebagai keseriusannya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu lantas memberikan uang muka sebesar Rp10 juta sebagai tanda jadi. Eli menyanggupi pesanan Jokowi itu. Ia memberi janji pesanan Jokowi itu akan dipenuhi pada akhir Februari 2019.

Peneliti senior Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menilai ada tabir citra di balik pembelian sabun cuci hingga senilai Rp2 miliar oleh Jokowi. Apalagi, jelang Pilpres 2019 capres nomor urut 01 itu butuh mendokrak elektabilitas di Provinsi Jawa Barat.

“Ya kalau soal pencitraan enggak perlu ditanya lagi. Tentu kalau sampai borong seperti itu relevansinya apa? Apalagi selain untuk mendongkrak elektabilitas di Jawa Barat. Kalau enggak ada pemilu, tukang sabun enggak laku,” kata Siti saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (21/1).

Siti menilai pencitraan yang dilakukan Jokowi itu mengindikasikan baik timses maupun Jokowi sendiri sedang ketar-ketir untuk mengamankan kemenangan suara di Jawa Barat jelang Pilpres 2019.

Berkaca pada Pilpres 2014, kala itu Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla kalah di wilayah provinsi tersebut. Kala itu, berdasarkan rekapitulasi KPU, Jokowi-JK mendapatkan suara 9.530.315 atau 40,22 persen di Jabar.

Baca Juga :   PELIPATAN Surat Suara di Gudang Logistik KPU Dijaga Ketat Aparat Polresta Banjarmasin

Siti menilai Jokowi sedang berupaya keras agar tak menelan pengalaman pahit untuk kedua kalinya di Jawa Barat dengan melakukan pendekatan ke segmentasi masyarakat pegiat UMKM.

“Mungkin survei internalnya menunjukkan senjang elektabilitas sementara sudah saling mengejar antara 01 dan 02 di Jabar. Fluktuasi elektabilitas terjadi, sehingga jarak elektabilitas tadi membuat kubu petahana underpressure kan gitu,” kata Siti.

Melihat kondisi itu, Siti beranggapan bahwa pegiat UMKM sabun cuci sengaja didekati Jokowi untuk menggarap segmentasi pemilih kelas menengah bawah di Jawa Barat.

Hal itu merupakan strategi Jokowi untuk meraih simpati sekaligus untuk memecah monopoli kekuatan pasangan Prabowo-Sandiaga di Jawa Barat pada Pilpres 2019.

“Tukang sabun kan tetap aja ceruk dukungan, dia [Jokowi] ingin menyakinkan bahwa Jabar ini tak menjadi ceruk dukungan dari paslon 02, ini serangan balik [Jokowi] ke Jawa Barat, sehingga apapun yg dianggap seksi dan strategis ya digarap,” kata Siti.

Peneliti politik lainnya dari LIPI , Wasisto Raharjo Jati menilai Jokowi secara tidak langsung sedang memainkan politik simbol ‘sabun cuci’ untuk mencitrakan dirinya sebagai sosok yang bersih di mata masyarakat.

Wasis melihat langkah itu ditempuh Jokowi sebagai responsnya terhadap berbagai isu miring yang diarahkan kepadanya oleh lawan politik serta para pendukungnya jelang Pilpres 2019.

Terutama, kata dia, isu miring soal pencapaian empat tahun pemerintahannya yang dinilai tak berkomitmen untuk memberantas korupsi hingga ke akar-akarnya

“Artinya Pak Jokowi secara diri ingin mepersonifikasikan sebagai tukang bersih-bersih terhadap segala perilaku korup dan oligarkis, mungkin juga hoaks di sosial media terhadap pencapaian pemerintahannya,” kata Wasis saat dihubungi, Senin.(CNNIndonesia/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEPALA BNN Usulkan Vape Pelarangan dalam RUU Narkotika dan Psikotropika
RUPIAH MELEMAH Seiring Eskalasi Konflik AS vs Iran Menguat
BURON NARKOBA “The Doctor” Diperiksa Bareskrim
OIKN: 50 Staf Wapres Mulai Berkantor di IKN
KO ANDRE ‘The Doctor” Ditangkap Bareskrim
PEMERINTAH tak Akan Naikkan Harga BBM Subsidi Sepanjang Tahun 2026
PELESTARIAN BUDAYA BANJAR Terus Tumbuh Melalui UMKM dari Tangan-tangan Anggota Persit KCK XXVII Kotabaru
JK BANTAH TUDINGAN Danai Pihak-pihak Persoalkan Ijazah Jokowi

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 00:22

EKS KEKASIH Terdakwa Pembunuh Mahasiswi ULM, Berucap : “Saya Sedih, Kecewa dan Benci”

Selasa, 7 April 2026 - 23:29

DPRD KALSEL Ajukan 1.774 Usulan Pokir untuk RKPD 2027

Selasa, 7 April 2026 - 22:04

KEPALA BNN Usulkan Vape Pelarangan dalam RUU Narkotika dan Psikotropika

Selasa, 7 April 2026 - 21:50

SENPI-AMUNISI di Polresta Banjarmasin Diperiksa Propam Polda Kalsel

Selasa, 7 April 2026 - 18:35

DIBONGKAR JARINGAN NARKOTIKA Jalur Perairan Banjarmasin, Sita 2 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Selasa, 7 April 2026 - 16:17

TERUNGKAP MOTIF Kasus Pembunuhan di Surgi Muft Banjarmasin, Begini Pengakuan Pelaku

Selasa, 7 April 2026 - 00:22

KEBIJAKAN WFH tak Berlaku di Pemprov Kalsel, Begini Pertimbangannya

Selasa, 7 April 2026 - 00:22

BURON NARKOBA “The Doctor” Diperiksa Bareskrim

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca