Penculik Siswi SMP Terancam 15 Tahun Penjara dan Dipecat

Penculik Siswi SMP Terancam 15 Tahun Penjara dan Dipecat

Suarindonesia -Apapun alasannya, tak ada ampun yang melakukan pelanggaran pidana berat seperti dilakoni oknum polisi, Briptu Andre Gunawan.

Nantinya usai menjalani persidangan umum atas tindak pidananya, akan dilanjutkan sidang kode etik kepolisian hingga persiapan pemecatan.

Alasan dan motif oknum polisi Andrew Gunawan yang menculik siswa SMP di Banjarbaru karena terlilit utang.

“Oknum itu saat kejadian berpangkat Briptu, ya kelilit utang, dan menghilangkan akal sehat,’’ kata Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol M Rifa’i Senin (14/1).

“Tak ada toleransi bagi anggota polisi yang melanggar hukum, sanksinya dipecat,’’ tegasnya.

Usulan Pemberhentian Dengan Tidak Hormat atau PTDH lewat sidang internal kepolisian dilakukan setelah ada putusan hukum tetap atau inkrah pidana kasus penculikannya,’’ tambah Kabid Propam Polda Kalsel, Kombes Pol Irianto.

Untuk kasus pidana penculikan, sambung Irianto, oknum tersebut terancam hukuman 15 tahun penjara sebagaimana pasal 83 UU No 35/2014 tentang Perlindungan Anak.

Dikatakan, berdasarkan catatan internal, Briptu Andre Gunawan juga melakukan pelanggaran internal, karena sebelum tidak masuk kerja tanpa alasan.

“Pastinya sejak 25 Desember 2018 oknum tersebut sudah tidak masuk ngantor tanpa alasan dan dicari,’’ ujar Irianto

“Pokoknya tak hanya dikenakan pasal penculikan dan penyekapan dalam KUHP dan UU Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002,’’ ujarnya.

Dan dua pejabat itu memastikan tersangka Andre Gunawan juga dikenakan Pasal 12 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 01 Tahun 2003 dan PP 35 Tahun 2014, dengan ancaman hukuman dipecat tidak hormat.

“Saya tak menyangka dia (Andre,red) melakukan tindakan nekad dengan menculik anak.

Sosoknya baik, rasanya tak mungkin,’’ tambah salah satu anggota yang mengaku satu angkatan dengan oknum itu. (ZI)

 224 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: