PEMKO KAGET, Banjarmasin Diterjang Banjir Rob

Bagikan :
PEMKO KAGET, Banjarmasin Diterjang Banjir Rob

SuarIndonesia — Curah hujan tinggi kembali mengguyur Kota Banjarmasin. Ditambah air laut pasang, sejumlah kawasan pun diketahui terendam genangan setinggi 25 hingga 40 sentimeter.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin menyebutkan, setidaknya membuat 17 kawasan di lima kecamatan di Kota Banjarmasin terdampak genangan.

Melihat dari kondisi banjir rob yang terjadi, Kepala Bidang Sungai di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Hizbul Wathony mengaku cukup kaget menlihat kondisi banjir rob saat ini.

Ia tak menyangka, bahwa pasang air laut yang memicu terjadinya banjir rob itu bakal membuat genangan lebih tinggi dari biasanya.

 

PEMKO KAGET, Banjarmasin Diterjang Banjir Rob (2)

 

“Kami tidak memprediksi bahwa ternyata banjir rob sampai setinggi sekarang ini. Apalagi karena ternyata ada pengaruh La Nina. Kami, hanya memprediksi banjir kiriman,” ucapnya, Rabu (8/12/2021) di Balai Kota.

“Itu pula alasan mengapa program normalisasi sungai di tahun 2021 meliputi kawasan Sungai Ahmad Yani, Veteran dan Sungai Simpang gusang. Itu kan untuk mengantisipasi banjir kiriman,” tambahnya.

Lantas bagaimana langkah dalam penanganannya?

Terkait hal itu, Thony menjelaskan bahwa pihaknya bakal menambah personel pasukan turbo. Pihaknya mengaku sudah bersepakat dengan instansi terkait untuk menambah personel.

Seperti, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, serta petugas di kecamatan.

Baca Juga :

MUSIBAH Banjir Dua Kali Setahun di Kalsel, Harusnya Pemda Miliki Dua Dokumen

“Dengan harapan, saat sungai sudah tampak surut, petugas bisa dikerahkan mengatasi air yang masih menggenang agar bisa turun lebih cepat. Kemudian, juga menangani sampah-sampah yang menyumbat saluran dan sebagainya,” ungkapnya.

Thony menjelaskan, mengevaluasi banjir rob yang sekarang ini terjadi, apabila ketinggian air sungai sudah mulai surut, genangan yang terjadi di sejumlah wilayah pun ikut surut.

Namun wilayah yang jauh dari sungai dan digenangi air, tidak bisa turun dengan cepat. Artinya, aliran yang menuju sungai lah yang mesti diperhatikan.

“Jadi petugas semacam pasukan turbo mesti diperbanyak. Saat ini, pasukan turbo hanya berjumlah lima grup. Masing-masing grup terdiri dari sembilan petugas, ditambah masing-masing seorang pengawas,” jelasnya.

“Diupayakan, kalau bisa lebih dari 100 petugas,” harapnya.

Apakah hal itu bisa dilakukan? Disinggung hal itu, Thony melemparkannya ke Plh Sekretaris daerah Kota Banjarmasin, Doyo Pudjadi.

“Beliau tadi yang memimpin rapat terkait penanganan banjir rob,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah terkait penanganan banjir rob, Pelaksana harian (Plh) Sekretaris daerah Kota Banjarmasin, Doyo Pudjadi menjelaskan bahwa pihaknya akan berupaya menggerakkan komponen masyarakat.

Baik itu pasukan turbo, petugas di kecamatan, barisan pemadam, hingga masyarakat. Tujuannya, untuk menangani sampah yang ditimbulkan saat banjir rob.

“Selain membersihkan sampah, kami juga akan melakukan pemompaan. Tapi, itu dilakukan saat ketinggian air sungai mulai turun tapu masih ada kawasan yang tergenang. Sekaligus membersihkan drainase yang tersumbat,” jelasnya.

“Setidaknya ada lebih dari 500 personel yang bakal diterjunkan. Besok (hari ini) akan kami mulai,” janjinya.

Sementara itu, dari hasil pantauan awak media, genangan paling parah dan paling lambat turunnya, terjadi di kawasan Jalan Cemara Raya, Kelurahan Sungai Miai, Kecamatan Banjarmasin Utara.

Saking parahnya genangan, tak sedikit kendaraan roda dua yang mengalami kemogokan.

Salah seorang warga di Kompleks Agatis RT 41, Fitri menjelaskan, banjir rob terjadi dibarengi dengan hujan deras yang terjadi pada Selasa (7/12/2021) malam, yang berlangsung hingga Rabu (8/12/2021) dini hari.

“Dalam rumah, sekitar 20 Cm. Kalau di luar rumah, sekitar 40 centimeter,” ucapnya saat dibincangi awak media, Rabu (8/12/2021).

Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Jalan Prona 1, Kecamatan Banjarmasin Selatan. Di sini, hampir seluruh ruas jalan gang yang tergenang.

Dari hasil pantauan kali ini tinggal beberapa senti lagi, genangan pasti merembes masuk ke dalam rumah.

“Sampai sore pun, genangan seperti ini belum tentu turun. Kalau pun turun, cuma sebentar saja. Setelah itu airnya naik lagi,” keluh salah seorang warga di Prona 1, Riswan. (SU)

 172 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!