INILAH PENGAKUAN KORBAN Dugaan Malapraktik, Kepala Bayi Dibungkus Kain

- Penulis

Jumat, 26 April 2024 - 22:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MS didampingi ayahnya H Norman. (SuarIndonesia/DO)

MS didampingi ayahnya H Norman. (SuarIndonesia/DO)

SuarIndonesia – Dibungkus menggunakan kain warna hijau seperti telur dadar. Inilah diungkapkan MS, korban malapratik saat ditemui awak media di rumahnya Jalan Keramat Basirih Banjarmasin Barat, Jum’at (26/4/2024).

MS didampingi ayahnya H Norman, mengatakan, memang Minggu dinihari (14/4/2024), sekitar pukul 03.00 WITA, saat itu tetumban sudah pecah.

“Lalu saya dibawa suami menggunakan sepeda motor le Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah Banjatmasin.

Karena dirinya setiap bulan periksa disana, sesampainya di RS Sultan Suriansyah Banjarmasin, saat itu memang benar ruangan penuh, lalu saya dengan suami dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin,” ucapnya.

Sesampainya di RSUD Ulin Banjarmasin, disana katanya para perawat dan dokter sudah ada dan dirinya siap untuk melahirkan.

“Bilang para dokter bahwa anak yang ada di perut saya dalam keadaan sunsang, tanpa memberikan izin kepada suami maupun keluarga, kemudian para dokter ini langsung memberikan tindakan,” ucapnya.

Ia katakan, di sana para dokter sempat berkata melahirkan secara normal saja, tanpa melakukan operasi kakinya sudah keluar.

“Padahal anak saya yang di dalam keadaan sunsang dan jantungnya pun masih hidup, saat melahirkan hanya dihadiri suami di dalam ruangan IGD RSUD Ulin Banjarmasin,” ucapnya.

“Saya sempat disuruh mahajan (mengejan) atau proses mendorong bayi keluar menuju jalan lahir)) saat intraksi nantinya.

Baca Juga :   GUBERNUR KALSEl H Sahbirin Noor Mengudurkan Diri Disampaikan ke Presiden, Berkas Diproses

Saat keluar hanya tubuhnya dan kepalanya masih ada di dalam perut.

Melihat kepala anak terlepas di dalam perut, sang suami langsung disuruh keluar dari ruangan,” tututurnya.

Diungkapkan, untuk mengambil kepalanya para dokter awalnya tak bisa, dan baru menggunakan vakum, keluar.

Dirinya, sempat satu hari di rawat di rumah sakit , baru disuruh pulang.

Sekitar empat hari pasca melahirkan dirinya baru melaporkan kejadian  ke Mapolresta Banjarmasin

“Setelah visum saya disuruh menjalani perawatan di RS Bhayangjara, karena jahitannya teberubut (robek),” tutupnya.

Sebelumnya menurut Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Thomas Afrian bahwa pihaknya sudah menerima laporan polisi dari keluarga korban terkait dugaan tindak pidana malapraktik.

“Dugaan malapraktik dari korban yang mau melahirkan di rumah sakit tersebut, kondisi bayi sungsang namun tetap dilakukan prosesi persalinan dengan normal,” jelas Kasat  Kamis (29/4/2024) .

Ia mengungkapkan pihaknya dari Sat Reskrim Polresta Banjarmasin membentuk tim untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Dimana, ada beberapa saksi sudah kita ambil keterangan,namun demikian kita juga sambil running ( jalan), sambil marathon mengambil keterangan baik dari pihak rumah sakit dan dokter dokter yang ada pada kejadian tersebut,” tambahnya. (DO)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KASUS MBG, KPK: Sementara tidak Dilanjutkan Penyelidikan
KPK: Terjadi Dugaan Pemerasan di Kanim pada Sejumlah Daerah
KALSEL Masih jadi “Lahan Bisnis Haram” Jaringan Narkotika, Diungkap Polda 128 Kg Sabu
BERPOLEMIK Pengelolaan Parkir Samsat Banjarbaru, Pemerintah Tetapkan Gratis Oknum Pengelola Tarik Iuran
“GROUNDBREAKING” Sumur Bor dan Bedah Rumah Dilaksanakan Polda Kalsel
TABRAKAN KAPAL: Lima Selamat dan Satu Hilang
KASUS MBG: Besok, Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung
DANREM 101/ANT, Ajak Prajurit Tingkatkan Keimanan dan Profesionalisme di Momentum Tahun Baru Islam
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:04

KASUS MBG, KPK: Sementara tidak Dilanjutkan Penyelidikan

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:57

KPK: Terjadi Dugaan Pemerasan di Kanim pada Sejumlah Daerah

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:47

BERPOLEMIK Pengelolaan Parkir Samsat Banjarbaru, Pemerintah Tetapkan Gratis Oknum Pengelola Tarik Iuran

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:08

“GROUNDBREAKING” Sumur Bor dan Bedah Rumah Dilaksanakan Polda Kalsel

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:48

TABRAKAN KAPAL: Lima Selamat dan Satu Hilang

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:41

KASUS MBG: Besok, Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:25

DANREM 101/ANT, Ajak Prajurit Tingkatkan Keimanan dan Profesionalisme di Momentum Tahun Baru Islam

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:12

PERTAMINA KALSEL Sanksi Tutup Operasional SPBU “Nakal” Jalan Pramuka, dari Awal Tahun Dilayangkan 15 Surat Peringatan di Lokasi Lain

Berita Terbaru


Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi. (Foto: Antara/IC Senjaya)

Bisnis

DATA SENSUS EKONOMI Bukan untuk Kepentingan Pajak

Kamis, 18 Jun 2026 - 19:48

Praktisi sekolah rumah dari Rumah Belajar 4 Jagoan Mila Fitrina memaparkan praktik baik penerapan gerakan 7 KAIH dalam webinar bertajuk Solusi Seri Praktik Baik Penerapan 7 KAIH di Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) di Jakarta pada Kamis (18/6/2026). (Foto: Tangkapan Layar)

Nasional

GERAKAN 7 KAIH Perkuat Pendidikan Karakter Murid SPNF

Kamis, 18 Jun 2026 - 19:43

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca