PEMKAB HST Miliki Tim Percepatan Eliminasi TBC

- Penulis

Selasa, 5 November 2024 - 22:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi - Pemeriksaan Tuberkulosis (TBC). (ANTARA/HO-Shutterstock)

Foto Ilustrasi - Pemeriksaan Tuberkulosis (TBC). (ANTARA/HO-Shutterstock)

SuarIndonesia — Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) miliki tim percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) guna mencegah penyebaran penyakit menular yang mematikan itu.

“Kami bentuk tim ini sebagai langkah dini dalam mengeliminasi kasus TBC. Ini upaya mendeteksi dini kasus TBC,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) HST Desfi Delfiana di Barabai, HST, Selasa (5/11/2024).

Selain itu pihaknya juga menggandeng lembaga lain untuk bersinergi utamanya dalam hal membuat laporan harian dan mingguan terkait TBC. Dengan laporan rutin, ini juga sebagai upaya dini mengeliminasi kasus TBC.

“Namun tidak berhenti di situ saja, tenaga kesehatan kami melakukan cara-cara persuasif dan jemput bola untuk mencegah TBC,” ujarnya dikutip dari AntaraNews.

Desfi mengatakan salah satu cara persuasif itu dengan memanfaatkan program puskesmas keliling yang dilaksanakan oleh puskesmas dan posyandu lewat penjaringan anak sekolah dan tempat yang berpotensi terjadi penularan.

Menurut dia, langkah ini merupakan upaya dalam meningkatkan deteksi dini kasus TBC, utamanya melakukan investigasi kontak bagi penderita TBC.

Baca Juga :   BAHLIL Rampingkan Pengurus Jumlah Partai Golkar Periode 2024-2029

Desfi berharap lewat program pusling kasus TBC dapat teratasi dan dicegah di Kabupaten HST, sehingga masyarakat terhindar dari penyakit menular itu.

Ia juga memastikan di Kabupaten HST hingga saat ini tidak terdapat kondisi luar biasa terkait kasus TBC. “Sampai saat ini belum ada,” ujar Desfi.

Dalam laporan terkini WHO, penyakit TBC diperkirakan sudah menyerang 8,2 juta orang pada tahun 2023, jumlah kasus tersebut melonjak tinggi sejak 1995.

WHO melaporkan jumlah kasus baru tertinggi di wilayah Asia Tenggara (45 persen), kemudian Afrika (24 persen), dan Pasifik Barat (17 persen). Selain itu, sekitar 56 persen dari beban TBC global terkonsentrasi di wilayah tertentu, yang mana India memimpin dengan 26 persen, diikuti Indonesia 10 persen, Tiongkok dan Filipina masing-masing 6,8 persen, dan Pakistan 6,7 persen. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KASUS DUGAAN SUAP: KPK Tahan Bupati Muara Enim dan Tiga Tersangka
OIKN Lantik 555 PNS Angkatan Pertama
KRI HIU-634 Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Gubernur Kalsel Mengapresiasi Bank Indonesia dan TNI AL
MAJELIS ETIK OMBUDSMAN Berhentikan Hery Susanto tidak dengan Hormat
2.834 NARAPIDANA ‘High Risk’ Dipindahkan ke Nusakambangan
MENHAJ: Acuan Kuota Haji 2027 tetap di Angka 221 Ribu Orang
DISEPAKATI RUU Polri Atur Usia Pensiun 59 dan 60 Tahun
BGN Libatkan Pakar Gizi dan Dokter Anak dalam Dewan Pengarah

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:43

KASUS DUGAAN SUAP: KPK Tahan Bupati Muara Enim dan Tiga Tersangka

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:08

KRI HIU-634 Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Gubernur Kalsel Mengapresiasi Bank Indonesia dan TNI AL

Senin, 8 Juni 2026 - 23:22

WASPADA BANJIR ROB di Kalimantan 14-25 Juni 2026

Senin, 8 Juni 2026 - 22:59

MAJELIS ETIK OMBUDSMAN Berhentikan Hery Susanto tidak dengan Hormat

Senin, 8 Juni 2026 - 22:39

2.834 NARAPIDANA ‘High Risk’ Dipindahkan ke Nusakambangan

Senin, 8 Juni 2026 - 22:31

MENHAJ: Acuan Kuota Haji 2027 tetap di Angka 221 Ribu Orang

Senin, 8 Juni 2026 - 22:25

DISEPAKATI RUU Polri Atur Usia Pensiun 59 dan 60 Tahun

Senin, 8 Juni 2026 - 22:21

BGN Libatkan Pakar Gizi dan Dokter Anak dalam Dewan Pengarah

Berita Terbaru

DP3A P2KB PMD gelar Implementasi Konvensi Hak Anak Wujudkan Sekolah Ramah Anak, berlangsung di Aula Dharma Setya kantor setempat, diikuti para kepala sekolah dari jenjang PAUD, SD, SMP hingga SMA. Rabu (10/6/2026). (SuarIndonesia/Adv)

Advertorial

DP3A P2KB PMD Implementasi KHA Wujudkan Sekolah Ramah Anak

Rabu, 10 Jun 2026 - 18:10

Aridiwi alias Diwi (36). ditemukan terbujur kakui tak bernyawa di dalam rumah Jalan A Yani 7 Kompleks Mahligai Permai Indah Jalur 12, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Rabu (10/6/2026).  (SuarIndonesia/DO)

Kab. Banjar

SEORANG PRIA Ditemukan Terbujur Kaku Tak Bernyawa

Rabu, 10 Jun 2026 - 14:56

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca