PEMKAB BANJAR Dinilai Lamban Respons Menangani Krisis Banjir Tahunan

- Penulis

Sabtu, 3 Januari 2026 - 21:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), Habib Farhan BSA, meluncurkan kritik tajam terhadap lambannya respons Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar dalam menangani krisis banjir tahunan.

Dirinya menilai pemerintah daerah terjebak dalam pola penanganan ‘monoton’, yang hanya menyentuh permukaan tanpa menyelesaikan akar masalah.

Menurut Habib Farhan laporan dari lapangan menunjukkan situasi yang memprihatinkan.

Di beberapa desa, air merendam pemukiman hingga ketinggian mencapai 2 meter.

Kondisi ini tidak hanya melumpuhkan ekonomi, tetapi juga mematikan denyut nadi religius masyarakat Banjar yang dikenal agamis.

“Sangat memprihatinkan. Tradisi tahunan seperti Isra Mi’raj, Maulid Nabi, hingga Haul para ulama di bulan Rajab harus terhenti selama beberapa tahun terakhir karena warga hanya fokus memikirkan keselamatan nyawa,” tegas Habib Farhan, Sabtu (3/1/2026).

Ironisnya, proyek peninggian jalan di Desa Keliling Benteng justru disebut memperparah keadaan. Alih-alih melindungi, infrastruktur tersebut membuat rumah warga berada di posisi lebih rendah, sehingga semakin mudah tenggelam.

Habib Farhan menekankan bahwa pemberian bantuan sembako atau paket konsumsi bukan lagi jawaban yang diharapkan masyarakat.

“Warga sudah bosan dengan bantuan sementara yang habis dalam sehari dan sering tidak merata. Mereka butuh solusi konkret agar tahun depan tidak lagi mengungsi untuk sekadar bisa memasak,” tambahnya.

Baca Juga :   AMBAPERS Tunggu Restu Kemenhub Naikkan Tarif Alur Sungai Barito

Menanggapi rencana Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, yang akan menindak 180 perusahaan tambang dan kebun, Habib Farhan mengaku belum tentu pasti kebenarannya .

Sebagai langkah terobosan, Habib Farhan mengusulkan skema 15 persen CSR untuk Infrastruktur Banjir.

Menurutnya setiap perusahaan pertambangan dan perkebunan wajib mengalokasikan 15 persen dana CSR khusus untuk membangun infrastruktur pencegah banjir.

Pengelolaan dana dan pengerjaan proyek lanjut habib harus dilakukan langsung oleh perusahaan agar transparan dan menghindari potensi penyelewengan oleh oknum pejabat atau dinas terkait.

Selain itu, hasil harus berupa fisik bangunan yang berfungsi, bukan sekadar laporan administratif di atas kertas.

“Mitigasi jangka panjang atau membangun infrastruktur pencegah banjir seperti tanggul, kanal, atau normalisasi sungai, atau yang lainnya,” katanya. (HM)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEPEDULIAN ARUTMIN, Sejak Awal Turut Bergerak Penanganan Karhutla
OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya
HUJAN Guyur Sejumlah Daerah di Kalsel
OMC Semai Tiga Ton Garam
WUJUD KEPEDULIAN Jajaran Polresta Banjarmasin Sambangi Rumah Duka Anggota Relawan BPK KTC
OIKN: Diduga Ada Unsur Kesengajaan dalam Kebakaran di Bukit Tengkorak
SEHARI PENCARIAN, Jasad Anak yang Tenggelam Ditemukan
SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 21:58

KARHUTLA Kalteng: Ada 25 Tersangka, 4 Perusahaan Diselidiki

Selasa, 8 September 2026 - 21:53

OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya

Selasa, 8 September 2026 - 20:40

KEMENHUT Tangkap BG Pemodal Illegal Logging

Selasa, 8 September 2026 - 20:34

MANFAATKAN Inovasi Cairan Surfaktan Tangani Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 22:59

HUJAN Guyur Sejumlah Wilayah di Kotim

Senin, 7 September 2026 - 22:54

OMC Kalteng Terkendala Langit Minim Awan

Senin, 7 September 2026 - 21:45

SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng

Senin, 7 September 2026 - 13:13

DPRD Kalsel dan Kalteng Perkuat Wawasan Ekonomi dan Keuangan

Berita Terbaru

Hujan lebat terjadi di sepanjang Jalan Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (8/9/2026) petang.(Foto: Kompas.com)

Kalteng

OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:53

Hujan di Kalsel. (Foto: Istimewa)

Balangan

HUJAN Guyur Sejumlah Daerah di Kalsel

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:38

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca