Pemilu Damai, Dukungan Pemberantasan Korupsi Hingga Pertanyakan Rencana Dewan ke LN

Pemilu Damai, Dukungan Pemberantasan Korupsi Hingga Pertanyakan Rencana Dewan ke LN

Suarindonesia – Harus tetap dan malah lebioh diwaspdai saat dekati Pemilu Serantak pada Pilpres maupun Pileg 2019.

Karena bisa saja untuk menjatuhkan, maka goreng sana-goreng sini. Artinya, hanya tujuan merusak citra,’’ kata KBO Reskrimum Polda Kalsel, AKBP Sutrisno didampingi Kasat Intelkam Polresta Banjarmasin, Kompol Zainuri, Senin (11/2).

Itu disampaikannya ketika menerima massa dari Pemuda Islam Kalsel dan Forpeban untuk kedamaian Pemilu Pilpres dan Pileg 2019 ini di Mapolda Kalsel.

Sisi lain ia katakan, aksi massa juga hendaknya sesuai prosedur atau saling ingatkan tentang adanya rambu rambu.

“Soal laporan ini-itulah uang masuk memang banyak di Polda. Tapi apa ada sesuai fakta, yang bisa ditindaklajuti. Makanya banyak surat yang masuk, tapi kita pilah-pilah,’’ ujarnya lagi.

Sisi lain AKBP Sutrisno juga ingatkan agar hati hati dengan berita-berita bohong dan hekdanya menggunakan media sosial (medsos) secara bijak.

“Kita dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemuda Islam Kalsel dan Forpeban sendiri siap dukung Polda Kalsel dan Kejati dalam bertindak soal tak sembarang proses laporan masuk itu hingga tentang berantasan korupsi,’’ ucap HM Hasan, Ketua Pemuda Islam saat itu.

Bahkan lanjut Din Jaya, Ketua Forpeban (Forum Rakyat Peduli Bangsa dan Negara), dalam rangka pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi, menyatakan siap mendukung Kejati.

Meski menurutnya saat ini pihaknya harus bersabar dengan beberapa kasus yang belum jelas dan belum ada titik terang penyelesaiannya.

Pada intinya, massa meminta agar jangan mudah terpropokasi oleh oknum oknum tidak bertanggungjawab.

Menurut Hasan, saat ini kondisi perpolitikan dalam situasi cukup memanas.

Namun masyarakat diharapkan jangan mudah terbawa atau terhasut akan suasana politik saat ini.

Mengingat tahun ini akan dilaksanakannya pemilu serentak. Warga Kalsel khususnya Banjarmasin bercermin pada peristiwa pahit tanggal 23 Mei 1997 silam tentu tak akan dilupakan.

Bahkan mereka meminta anggota di DPRD untuk mensosialisasikan kepada konstituen atau pemilihnya pemilu yang damai tanpa ada Hoax dan isu-isu yang memecah belah.

Sisi lain, massa itu klarifikasi atas aksi yang dilakukan rekan-rekan LSM kemarin yang mengatasnamakan LSM seluruh Kalsel.

“Kami sangat keberatan karena tidak semua LSM yang turun pada waktu itu,kalau ada yang mengatakan aksi itu dilakukan oleh LSM keseluruhan maka itu tidak benar,’’ jelas Din Jaya.

Ia khawatirkan dalam hal ini adalah jika ada sekelompok LSM tersebut mengambil keuntungan pribadi dalam situasi seperti itu.

Menanggapi pernyataan PIK dan Forpeban, Kasi Penerangan Hukum Kejati Kalsel, Mahfujat menjelaskan bahwa setiap kasus akan tetap diproses dan tidak dipetiskan.

“Kita terima kasih atas kerja samanya mendukung pelaksanaan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) di wilayah Kalsel,’’ ucap Mahfujat.

Usai di dua tempat itu, massa kembali bergerak ke DPRD Kalsel dan diterima Ketua DPRD Kalsel, H Burhanuddin didamapingi Puar Juanidi dan lainnya.

Baik Puar maupun Burhanuddin, `angkat jempol’ atas kepedulian massa saat itu  untuk suarakan kedamaian.

“Kita yakin teman teman kami bukan hanya kenalkan diri untuk terpilih lagi, tapi utama sosialisasikan kedamaian itu,’’ ujar Burhanuddin.

Soal rencana kunjungan kerja ke luar negeri (LN) yang disinggung massa agar dibatalkan saja, ini juga dipaparkan maksud dan tujuannya.

“Keluar negeri itu masih rencana, tapi belum final. Kita lakukan karena sudah ada semacam kerjasama dari berbagai bidang di sana, yang ilmu didapat hasilnya diaplikasikan untuk kemajuan dan pengembangan daerah,’’ tambah Burhanuddin. (ZI)

 

 

 

 209 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: