SuarIndonesia – Sampel spesimen swab yang harus diperiksa melalui metode PCR di Kalsel berjumlah 400 an perhari.
Sementara kemampuan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru hanya 200 per hari.
Kondisi itu menyebabkan antrean sampel swab yang harus diperiksa.
Kepala BBTKLPP Banjarbaru, Slamet Mulsiswanto, mengatakan sekitar 3.000 sampel swab yang antre di BBTKLPP.
“Numpuknya di angka 3.000 an, kami beli sendiri tadi malam sudah datang alatnya dengan kapasitas 69 hole lagi.
Jadi kini sudah ada tiga alat di laboratorium. Insyaallah hari ini ada penambahan hasil.
Yang sebelumnya 200 harapannya hari ini bisa 400 sampel per harinya,” kata Slamet Mulsiswanto.
Melihat fakta tersebut pemerintah pusat turun tangan membantu Kalsel
“Di Kalsel kekurangannya kemampuan pemeriksaan spesimen. Kalimantan Selatan juga menerima sampel dari Kalimantan Tengah.
Kami hadir di sini untuk menambah kemampuan pemeriksaan spesimen yang ada di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Kementerian kesehatan dan gugus tugas telah menyiapkan dua unit PCR untuk melengkapi kekuatan laboratorium yang ada.
Nantinya tinggal diatur penempatannya di mana, ” kata Kepala BNPB, Letjen TNI, Doni Monardo, Minggu (7/8/2020), saat berkunjung ke Kalsel.
Dijelaskan Doni Monardo, selain dua alat PCR juga disiapkan 9 pack plasma convalescent yang terbukti mengobati pasien yang sangat berat.
“Selain itu kami membawa 4 unit ventilator oxygen concentrator, vitamin C, dan APD untuk menambah dukungan penanganan covid-19 di Kalsel,” urai Monardo.
Dia mengingatkan dengan tambahan alat ini laboratorium juga diisi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bisa bekerja lebih dari 18 jam dengan melibatkan sukarelawan.
“Di beberapa daerah, semisal di Sumatera Barat bisa bekerja lebih 18 jam.
Bhkah ada yang sampai 24 jam melibatkan sukarelawan.
Salah satu cara efektif dengan melibatkan relawan dan mahasiswa,” kata Doni Monardo. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















